25 Warga Positif Covid 19, Kelurahan Tawangsari Dilockdown

oleh
25 Warga Positif Covid 19, Kelurahan Tawangsari Dilockdown

Memokediri.com

Satu lingkungan di perbatasan antara Kelurahan Tawangsari dan Kelurahan Garum Kecamatan Garum Kabupaten Blitar di lockdown setelah Covid-19 di wilayah tersebut merebak. Saat ini, tercatat 25 warga di lingkungan itu dinyatakan positif Covid-19. Mikro lockdown dilakukan sejak Senin, 28 Juni 2021 hingga 10 hari kedepan.

Camat Garum Anindya, mengatakan, keputusan menutup lingkungan Tawangsari tersebut diambil menyusul hasil tracing dari 19 warga setempat yang sebelumnya dinyatakan positif Covid-19. Dari tracing itu ditemukan 6 warga yang juga terindikasi positif Covid-19.

“Awalnya ada satu warga yang sakit. Kemudian dinyatakan positif Covid-19. Setelah ditracing dan testing bertambah jadi 19 orang. Nah, hari ini kita tracing dan testing lagi terhadap kontak erat, dan ditemukan lagi 6 orang positif,” ujar Anindya.

Anindya menambahkan, mereka semua saat ini menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. Namun kegiatan warga di lingkungan dibatasi.

“Untuk memudahkan pemantauan kami membuat grup WhatsApp dengan para warga yang sedang isolasi mandiri. Sementara kebutuhan sehari-hari disuplai dari Pemerintah Kelurahan dan dari warga sekitar,” jelasnya.

Kapolsek Garum Polres Blitar Iptu Burhanudin mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah sebelumnya petugas melakukan swab antigen pada 28 warga dan ditemukan 19 warga yang terkonfirmasi positif. Petugas kemudian melakukan tracing lanjutan di hari berikutnya pada 49 warga. Hasilnya, 6 warga setempat dinyatakan positif Covid.

Saat ini, warga yang terkonfirmasi positif menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing dan kegiatan warga dibatasi. Mereka yang positif tanpa gejala atau bergejala ringan cukup ditangani di tingkat desa. Penyemprotan disinfektan, distribusi obat dan vitamin juga telah dilakukan. Sementara, untuk kebutuhan sehari-hari disuplai dari pemerintah kelurahan dan dari warga sekitar.

Kapolsek Garum juga mengatakan, untuk memudahkan pemantauan dan koordinasi, pihaknya telah membuat grup WhatsApp dengan para warga yang sedang isolasi mandiri. Menurutnya, agar upaya pengendalian Covid-19 dijalankan dengan benar sesuai dengan strategi PPKM Mikro, warga harus patuh untuk tidak keluar masuk selama lockdown diberlakukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *