83 Tanah Milik 20 Warga Bakalan Disrobot , Mereka Ngadu ke Gedung DPRD

oleh
83 Tanah Milik 20 Warga Bakalan Disrobot , Mereka Ngadu ke Gedung DPRD

[Memokediri.com]

83 Tanah Milik 20 Warga Bakalan Disrobot , Mereka Ngadu ke Gedung DPRD. Puluhan warga Desa Bakalan, Kecamatan Grogol wadul ke wakil rakyat.

Mereka mendatangi gedung DPRD dan meminta perlindungan terkait status lahan sawah mereka yang tiba-tiba berganti pemilik. Padahal tanah-tanah itu tidak mereka pindahtangankan.

83 Bidang Tanah Hilang

Menariknya, jumlah petak sawah yang berganti pemilik itu mencapai puluhan. Tepatnya, 83 bidang tanah yang dimiliki oleh 20-an warga Bakalan. Tanah itu tiba-tiba ‘menjadi’ milik orang lain.

“Memang belum dijual (oleh ‘pemilik’ baru, Red), cuman kok namanya berubah,” jelas Jumali, 57, juru bicara warga yang tanahnya berganti pemilik.

Curiga Ada Notaris Datang Menemui Kepala Dusun

Takmir masjid ini mengatakan perubahan nama itu baru ia dengan dari Kepala Dusun (Kasun) Bakalan sekitar satu bulan lalu. Sang kasun mengetahui hal itu ketika ada notaris yang datang melakukan validasi data kepemilikan tanah. Kebetulan, menurut notaris, ada yang berminat untuk membeli. Namun, kasun heran karena banyak nama-nama itu yang bukan warga desa.

“Awalnya pak notaris datang. Lalu menanyakan tanah. Nah, dia ingin mengklarifikasi ke kasun apa benar tanah-tanah itu bernama orang yang ada di daftar,” beber Jumali di depan gedung dewan usai bertemu anggota dewan.

Kepemilikan Tanah Tidak Sesuai

Dugaan kasus penyerotbotan tanah, diduga dari klarifikasi notaris ke desa tersebut. Namun, ternyata Kepemilikan Tanah Tidak Sesuai. Nah, dari daftar itulah akhirnya diketahui banyak tanah yang berpindah nama. Misalnya, menurut Jumali, ada tanah yang pemiliknya Yatinem. Tapi semua warga tahu bahwa tanah itu bukan milik Yatinem.

“Jadi, semua sama-sama baru tahu ya dari situ (daftar nama pemilik yang dibawa notaris, Red),” tegasnya.

Semua Luasnya 14,1 Hektar

Di dalam data notaris itu ada 83 bidang tanah dengan pemilik yang berbeda. Dengan total luas mencapai 14,1 hektare. Hal itulah yang kemudian mendorong warga Bakalan mendatangi gedung dewan.

Jumali meyakini ada oknum yang mengganti nama secara tiba-tiba dan menjual ke orang lain. Terlebih, tanah-tanah itu memang terdampak proyek tol Kediri-Kertosono.

“Kita tunggu saja nanti kelanjutannya seperti apa,” tandasnya.

Pengaduan Warga Diteima Komisi 1 DPRD

Wadulan warga itu kemarin diterima  oleh Komisi I DPRD Kabupaten Kediri. Di antaranya ada ketua komisi Murdi Hantoro dan wakilnya, Lutfi Mahmudiono. Juga hadir notaris Eko Sunu dalam dengar pendapat itu.

Lutfi menjelaskan, dari penjelasan warga, notaris, dan juga dari BPN, memang ada dokumen yang diduga dipalsukan. Yakni tanah warga desa.

“Sebenarnya sama, dari pihak notaris juga menjelaskan awalnya juga mengklarifikasi. Apakah benar, tanah yang mau dijual adalah milik orang A, namun dari namanya bukan seperti itu. Dan warga sudah banyak yang panik karena tidak merasa menjual,” terang Lutfi.

Ada Penyerobotan Tanah Akan Diproses di BPN

Namun, dia menegaskan, dari hasil rapat dengar pendapat (RDP) kemarin memang terdapat dugaan penyerobotan tanah di Desa Bakalan, Kecamatan Grogol.  Tapi belum sampai terjadi proses balik nama di Kantor BPN Kabupaten Kediri. Karena itu, pihaknya mengimbau warga segera mendaftarkan tanahnya ke BPN agar bersertifikat hak milik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *