Ancaman Penularan Covid ke Anak Kecil Diwaspadai Lembaga Perlindungan Anak

oleh
Ancaman Penularan Covid ke Anak Kecil Diwaspadai Lembaga Perlindungan Anak


Memokediri.com

Ancaman penularan Covid 19 ke usia anak di Koa Kediri, diwasdap[ai lembaga perlindungan anak. Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk, Pemkot Kediri melakukan sosialisasi terkait potensi penlularan Covid varia baru ke usia anak.

Varian Covid baru, diketahui lebih ganas dan gampang menular ke usia anak. Untuk memutus mata rantai penularan Covid 19, pemerintah berusaha memsosialisasikan tingkat bahayanya varian Covid baru, jika tidak diantisip[asi sedini mungkin. Karena itulah, melaluilembaga tersebut Pemkot memberikan arahan kepada warga kota.

Sebanyak 12,6 persen anak-anak di Indonesia diketahui positif Covid-19. Data ini diperoleh dari situs resmi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Indonesia, per hari Jumat 25 Juni 2020. Hal ini berarti sekitar 1 dari 8 kasus Covid-19 di Indonesia sejak awal pandemi merupakan pasien anak-anak.

Dari jumlah tersebut, 2,9 persen terjadi pada anak usia 0-5 tahun. Sedangkan 9,7 persen sisanya menimpa anak usia 6-18 tahun. Artinya, dari dua juta kasus Covid-19 di Indonesia saat ini, ada sekitar 250.000 anak yang terjangkit Covid-19.

Menyikapi data persebaran Covid-19 pada anak di Indonesia, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Kediri gencar melakukan berbagai sosialisasi pada para ibu rumah tangga agar selalu melakukan perlindungan pada anak-anak mereka.

Banyaknya kasus positif Covid-19 pada kelompok usia anak, perlu mendapat perhatian sangat serius dari para orang tua agar anak –anak terhindar dari Covid-19.

Plt Kabid Perlindungan Anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan anak pengendalian penduduk dan keluarga berencana (DP3AP2KB) Kota Kediri Lilik Nurwali mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan ke forum anak untuk melakukan sosialisasi agar anak-anak terlindung dari bahaya Covid-19.

Selain itu juga sosialisasi di lingkup sekolah, agar pihak sekolah terus menjaga dan menerapkan protokol kesehatan ketika dilakukan pembelajaran tatap muka.

Lilik mengimbau para orang tua untuk melarang anak-anaknya bermain diluar. Sebagai gantinya, orang tua bisa memberikan anak aktifitas yang berada didalam rumah namun tidak membuat anak-anak merasa jenuh. Para orang tua juga harus bisa memberikan pengertian pada anak terkait bahaya covid-19 yang saat ini masih melanda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *