Angka Kematin Meninggi, Stok Kain Kafan di Kediri Menipis

oleh
Angka Kematin Meninggi, Stok Kain Kafan di Kediri Menipis

Memokediri.com

Tingginya angka kematian saat pandemi membuat permintaan kain kafan melonjak. Stok kain pembungkus mayat itu menjadi menipis. Bahkan, di beberapa toko sudah mengalami kekosongan stok hingga berhari-hari.

Di toko kain Safari misalnya. Di tempat ini stok kain kafan kosong selama 10 hari. Padahal setiap hari selalu ada konsumen yang mencari. “Ini saja stoknya baru datang, hari ini. Itupun tidak banyak. Hanya sepuluh gulung,” kata Lenny Santoso, 54, pemilik toko di Jalan Pattimura ini.

Selain tingginya permintaan, menipisnya stok kafan juga disebabkan pengurangan pengiriman dari pabrik. Ada kemungkinan pabrik membagi stok juga untuk toko-toko yang sebelumnya tak pernah order kain tersebut. Ini membuat jatah di tokonya yang selalu menyediakan kain kafan menjadi dikurangi.

“Biasanya, sebelum ada lonjakan permintaan, ya dikirimnya empat puluh gulung. Ini sekali pengiriman hanya sepuluh,”  keluh wanita yang mengaku mengambil kain dari Solo, Jawa Tengah ini.

Soal harga, tidak ada kenaikan yang signifikan. Hanya berkisar Rp 500 hingga Rp 700 per meternya. “Tiap tahun pasti ada kenaikan. Sebelum permintaan tinggi juga pernah mengalami kenaikan harga,” tandas Lenny.

Di tokonya, Lenny menyediakan beberapa macam kain kafan. Harganya juga bervariasi. Tergantung jenis dan kualitas kain. Ada yang  Rp 4 ribu, Rp 40 ribu, hingga ratusan ribu per meter.

Namun yang paling dicari masyarakat adalah kain kafan mori. Kain jenis ini harganya sekitar Rp 4 ribuan per meter. Stok mori inilah yang sering kosong. Konsumen pun terpaksa membeli yang harganya lebih mahal. Membuat yang jenis mahal pun ikut-ikutan kosong.

Bila dirunut, menurut Lenny, lonjakan permintaan kain kafan terjadi sejak Januari lalu. Sementara pada Januari 2020, ketika awal pandemi, permintaan masih landai. “Ini semakin ke sini permintaannya terus meningkat setiap harinya,” terangnya.

Kondisi serupa juga dirasakan pemilik toko yang lain di sepanjang Jalan Pattimura. “Ya kurang lebih sama kondisinya. Barangnya tidak ada. Kadang datangnya juga telat sampai berhari-hari,” ucap pemilik toko kain Serba Indah ini.

Ada juga toko yang sudah tak menyediakan lagi kain kafan yang seharga Rp 4 ribu per meter. “Kami hanya menyediakan yang kualitasnya lebih bagus dan harganya lebih mahal. Itu saja permintaannya juga meningkat dari Juni lalu,” terang Kucai, manajer Bombay Textil, toko kain yang tepat berada di depan Pasar Setonobetek.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *