Baru Separo Nakes di Kediri yang Akan Dapat Vaksin Booster

oleh
Baru Separo Nakes di Kediri yang Akan Dapat Vaksin Booster

Memokediri.com

Ribuan tenaga kesehatan (nakes) direncanakan akan mulai mendapat suntikan vaksin booster atau penguat vaksin minggu depan. Sayangnya, dari ribuan nakes di Kota Kediri, baru sekitar separo yang akan mendapatkan vaksin dosis ketiga tersebut. Sisanya, harus antre menunggu kiriman vaksin selanjutnya.

Data yang dihimpun koran ini menyebutkan, di Kota Kediri total ada sekitar 7.300 nakes. Dari jumlah tersebut, Senin (2/8) lalu dinkes baru menerima 430 vial multidoze vaksin booster. Dengan demikian, hanya 4.300 nakes yang akan mendapatkan suntikan vaksin dosis ketiga merek Moderna tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri dr Fauzan Adima mengungkapkan, ribuan nakes di Kota Kediri dijadwalkan akan mulai disuntik vaksin booster minggu depan. “(Suntikan vaksin booster, Red) diprioritaskan untuk nakes yang bersentuhan langsung dengan pasien terkonfirmasi. Terutama di rumah sakit yang menangani Covid-19” ujar pria yang juga menjabat jubir Satgas Penanggulangan Covid-19 Kota Kediri itu.

Selain nakes di RS, pria yang juga menjabat plt direktur RSUD Gambiran ini menyebut para nakes di puskesmas yang bertugas melakukan tracing dan testing juga masuk prioritas. Setelah dua kelompok ini tervaksin, barulah nakes lainnya mendapat giliran. Mulai perawat, bidan, dan dokter.

Lebih jauh Fauzan menjelaskan, vaksin Moderna ini butuh perlakuan khusus. Mulai tempat penyimpanan hingga suhunya. “Saat didistribusikan, pemakaiannya tidak bisa menunggu waktu yang lama,” terang Fauzan.

Seperti diberitakan, para tenaga kesehatan diprioritaskan untuk mendapatkan vaksin booster karena tidak sedikit dari mereka yang terpapar korona. Orang-orang yang menjadi garda terdepan penanganan Covid-19 ini berisiko besar terjangkit virus.

Perjuangan mereka masih akan panjang karena kasus terus bertambah. Kemarin, kembali ada 67 pasien terkonfirmasi positif baru. Penambahan tersebut membuat kasus korona di Kota Kediri tembus 3.041 orang. “Kasus aktif menjadi 688 kasus, dan 473 dirawat di rumah sakit,” jelas Fauzan sembari menyebut sisanya isolasi mandiri dan menempati gedung isolasi terpusat.

Dengan status yang belum beranjak dari zona merah, Fauzan menyebut pihaknya mengintensifkan tracing dan testing. Sedikitnya kemarin ada 333 orang yang di-rapid test. Dari jumlah tersebut, sebanyak 91 orang dinyatakan reaktif.

Untuk diketahui, selain vaksin booster, hari ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri juga kembali menerima kiriman vaksin dari Dinkes Provinsi Jatim. Yakni, 700 vial vaksin Sinovac. Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Kediri Alfan Sugiyanto menyebut, ratusan vial vaksin multidoze itu diprioritaskan untuk vaksinasi dosis kedua. “(Vaksinasi dosis kedua, Red) sudah terjadwal. Harus lebih dulu dilaksanakan,” ujarnya.

Setelah disimpan di gudang, ribuan vial vaksin itu akan langsung didistribusikan ke seluruh puskesmas dan tempat vaksinasi lainnya. Dia berharap ke depan pasokan vaksin dari pemprov bisa lancar. Sehingga, percepatan vaksinasi yang digagas Kota Kediri tidak terhambat.

Alfan menjelaskan, vaksin bekerja dengan melatih sistem kekebalan tubuh. “Ketika sistem imunitas itu memiliki respons yang baik, maka itu bisa mengurangi penularan. Jika tertular juga bisa meminimalisasi risiko perburukan kondisi,” terangnya.

Sementara itu, meski Dinkes Kabupaten Kediri menyebut pihaknya belum membutuhkan rumah sakit darurat (RSD), DPRD Kabupaten Kediri berpandangan sebaliknya. Para wakil rakyat itu meminta agar pemkab membuat RSD tambahan.

Ketua DPRD Kabupaten Kediri Dodi Purwanto mengatakan, RSD atau gedung isolasi terpusat bisa memanfaatkan SMPN 3 Grogol dan SDN 1 Bulusari, Tarokan. Dua bangunan sekolah itu menurut Dodi cukup strategis dan dekat dengan fasilitas kesehatan.

Lebih jauh Dodi menjelaskan, antisipasi atau penyiapan RSD sangat penting dilakukan. Sebab, dalam seminggu terakhit belum ada tanda-tanda penurunan kasus. Meski, dia tetap berharap agar bangunan-bangunan itu tak dimanfaatkan alias tidak ada lonjakan Covid-19 di Kabupaten Kediri. “Saya berharap pandemi di Kabupaten Kediri bisa dilalui bersama,” tuturnya.

Untuk diketahui, saat ini ada tiga rumah sakit penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Kediri. Mulai RSUD Kabupaten Kediri (RSKK), RSUD SLG, dan RS Nur Aini yang menjadi Rumah Sakit Darurat Kediri. Terakhir, SKB Grogol yang digunakan untuk menampung pasien isoman.

Terpisah, Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Kediri dr Achmad Khotib menambahkan, usulan penambahan RSD tersebut sudah pernah dibahas. “Sifatnya juga masih untuk persiapan dan berjaga-jaga saja,” jelas Khotib sembari menyebut saat ini hanya ada satu RSD yang berjalan.

Seperti sebelumnya, Khotib menyebut tiga RS di Kabupaten Kediri masih cukup untuk menampung pasien. Pasalnya, meski ada penambahan kasus tetapi jumlah pasien yang sembuh juga banyak. Adapun RSD hanya akan digunakan jika ada lonjakan kasus Covid-19 yang tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *