Dalang Bule Kampanye Anti Sampah

oleh
Dalang Bule Kampanye Anti Sampah
wayang sampah kampanyekan sampah

Nora (20) asal Hungaria dan Elena (25) asal Spanyol, Minggu (8/6) pukul 19.30 WIB di Taman Kanak-kanak (TK) Alam Rhamadani Kelurahan Mojoroto Kecamatan Mojoroto Kota Kediri, menggelar kampanye anti sampah menggunakan wayang yang terbuat dari plastik bekas.

Di depan ratusan penonton dengan cara mendalang, keduanya menceritakan kepada anak-anak tentang cara kehidupan sehari-hari dengan membuang sampah pada tempatnya.

Dengan menggunakan 6 wayang terbuat dari plastik dan botol bekas, Nora dan Elena berkolaborasi dengan masing-masing memegang 3 wayang untuk memberikan contoh pada penonton agar tetap menjaga kelestarian alam sekitar.

Dimulai dengan wayang gunungan dari kardus bekas dan diiringi dengan alunan musik kolaborasi antara tradisional dan modern, Elena menjelaskan wayang tersebut bukan dari cerita Ramayana melainkan cerita jawa.

“Cerita ini bukan dari cerita Ramayana, namun tetap cerita budaya jawa,” ungkapnya saat membuka pagelaran wayang dengan memegang wayang gunungan.

Dengan sorak ceria anak-anak TK yang sedang melihat wayang tersebut, mereka antusias mengikuti alur cerita yang di peragakan oleh Nora dan Elena. Usai menceritakan tentang pentingnya kelestarian alam tanpa membuang sampah yang tak bisa diurai, menebang pohon sembarangan dan melakukan corat coret, mereka langsung mengajak para anak-anak untuk berdialog tentang dampak sampah di kehidupan sehari-hari.

Acara yang digelar kurang lebih 1 jam tersebut, Nora dan Elena memberikan pesan kepada penonton baik anak-anak maupun orang tua agar tetap menjaga kelestarian alam dengan cara tidak membuang sampah sembarangan.

Kepala yayasan TK Alam Rhamadani, Ulya mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih dengan kedatangan crew seni dari jogja dengan dua bule yang berminat untuk mendalang dan mengajari pada anak-anak maupun warga sekitar dalam melestarikan alam.

“Saya sangat berterima kasih atas kedatangannya Nora dan Elena bersama 4 temannya yang mau memberikan pembelajaran tentang dampak sampah di pertunjukan ini,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *