Dinas Kominfo Jawa Timur Gelar Kopilaborasi

oleh
Dinas Kominfo Jawa Timur Gelar Kopilaborasi

MemoKediri.com

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Timur mengadakan kegiatan yang berjudul Kopilaboras di Kota Grand Surya Inn Kediri. Dalam kegiatan ini memperkenalkan Dinas Komunikasi Kabupaten dan Kota dan Informasi di daerah Bakorwil Madiun dengan puluhan aktivis media sosial.

“Kegiatan ini bermaksud untuk memperkuat kerja sama dan sinergi antara pejabat pemerintah dan warga dalam upaya untuk memaksimalkan media sosial dalam mendukung publikasi pemerintah daerah,” Ujarkala Diskominfo Provinsi Jawa Timur melalui Kepala Komunikasi Publik, Edi Supaji.

Juga muncul 3 speaker dalam percakapan copylaboration ini. Awal, dosen ilmu komunikasi Universitas Airlangga Surabaya Suko Widodo, pemimpin Jawa Timur PWI Ainur Rohim, dan pemilik Alvian dari Akun Instagram Kediri Kuliner.

“Dengan arah yang sama, posisi dan fungsi pemerintah dalam kerangka itu mensosialisasikan kebijaksanaan dan data yang sangat diperlukan,” tambahnya.

Dikatakan, dalam menghadapi kesinambungan informasi publik, aparatur negara diperlukan untuk selalu meningkatkan kinerjanya secara maksimal dan profesional. Jadi diharapkan dapat berbagi layanan informasi tentang audiens dengan petir, pas, ekonomis, transparan dan akuntabel.

Satu langkah yang dicoba adalah, tambahnya, menyebarluaskan data melalui berbagai media, salah satunya adalah media sosial. Komunikasi yang menggunakan alat media sosial seperti itu dapat mencapai secara langsung dan cepat pada semua pihak.

“Penggunaan media sosial telah membuat dan mendukung cara baru masyarakat dalam berbicara, berkaitan dengan, dan bekerja bersama. Media sosial menawarkan metode yang lebih cepat dan pas untuk berpartisipasi dalam perubahan data online (dalam jaringan atau online),” tambahnya.

Dengan melihat kekuatan media sosial dalam membuat komunikasi dan interaksi dengan masyarakat, sampai peran pemerintah harus dapat menggunakan media sosial untuk mencapai perhatian dan dukungan dari audiens yang luas dan tidak lagi bertahan dengan metode komunikasi konvensional.

Butuh diketahui, media sosial telah menjadi salah satu media yang paling banyak digunakan dalam hal ini. Tidak pernah organisasi atau institusi lain. Media sosial adalah 2 arah dan terbuka, yang memungkinkan konsumennya dengan mudah berpartisipasi, memberi, dan memproduksi media sosial yang berkembang pesat bersama dengan pengembangan aplikasi platform Internet, yang terbentuk berdasarkan tampilan langsung dan teknologi internet 2 arah.

“Komunikasi melalui media sosial dapat mengaitkan dan mengumpulkan audiens yang memiliki perhatian dan kebutuhan yang serupa, tanpa menjadi aspek terbatas dari geografi, pekerjaan, usia, dan tanggung jawab lainnya. Kedatangan program ini juga telah menaikkan sarana penyebaran data, pendapat audiens, Obrolan gairah dan dialog, apalagi telah mengubah sikap dan gaya hidup warga, khususnya di daerah yang terjangkau untuk infrastruktur komunikasi dan informatika, “lanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *