Geger Mayat 2 Siswi SMK di Kebun Jagung Pacitan

oleh
Geger Mayat 2 Siswi SMK di Kebun Jagung Pacitan

Dua mayat perempuan tanpa identitas ditemukan di kebun milik Satinah (45) di RT 04/RW 05 Dusun Tempel Desa Pakisbaru Kecamatan Nawangan, Kamis (15/5) sekitar pukul 11.00 WIB. Kedua mayat tersebut kali pertama ditemukan oleh pemilik kebun saat akan memupuk tanaman janggal. Penemuan mayat ini lantas dilaporkan ke Polsek Nawangan sekitar pukul 13.00 WIB.

Kasubbag Humas Polres Pacitan, AKP Rudito Kukuh Basuki membenarkan pihaknya menerima laporan itu. Kini kedua mayat tersebut masih berada di RSUD Pacitan untuk diotopsi. “Kedua mayat masih diotopsi oleh pihak RSUD guna mengetahui sebab kematiannya, dugaan sementara keduanya adalah korban pembunuhan, sementara barang bukti yang kita amankan berupa sebuah palu, jilbab coklat, potongan bambu panjang satu meter, seutas tali rafia panjang 50 sentimeter, dan sekarung buah,” terang AKP Rudito.

Informasi yang dihimpun, penemuan kedua mayat itu bermula saat pemilik kebun hendak memupuk tanaman jagung. Sesampainya di kebun, dia langsung menuju gubuk bermaksud akan mengambil pupuk. Namun betapa terkejut Satinah saat mendapati 2 jasad perempuan di dekat gubuknya. Saking paniknya, Satinah histeris dan berteriak minta tolong.

Teriakannya didengar oleh Sadikin, tetangganya yang saat itu juga berada di kebun. Sadikin langsung berlari menghampiri Satinah yang terus menerus berteriak minta tolong. Setelah berhasil menemui Satinah, Sadikin ikut panik tatkala melihat dua mayat yang sudah bercampur lumpur tersebut.

Kabar penemuan mayat ini segera menyebar ke seluruh kampung hingga warga berduyun-duyun melihatnya. Namun tidak ada satu pun warga sekitar yang mengenali identitas kedua mayat perempuan ini. Warga menduga keduanya merupakan pedagang buah dari luar daerah.

Selanjutnya penemuan ini langsung diberitahukan kepada perangkat desa setempat dan diteruskan ke Polsek Nawangan. “Kemarin malam ada beberapa orang datang ke mapolres dan mengaku kehilangan keluarganya, mereka datang dari Jatiroto Wonogiri, bisa jadi keduanya adalah keluarga mereka yang hilang beberapa waktu yang lalu,” jelas AKP Rudito saat dihubungi Memo melalui ponselnya.

Sementara itu dari hasil pemeriksaan, polisi menemukan tanda kekerasan pada bagian wajah, kepala, dan tubuh kedua korban. Bahkan, kondisi kaki salah satu wanita nahas ini berada di bawah tumpukan pupuk dalam keadaan terikat. Polisi juga menduga sebelum tewas, kedua korban sempat mengalami kekerasan.

Hal itu dibuktikan dengan ditemukannya sejumlah barang bukti seperti palu, potongan bambu panjang satu meter dan seutas tali rafia panjang 50 sentimeter. Diduga barang barang tersebut digunakan pelaku untuk menghilangkan nyawa korban.

“Diindikasi ada benturan benda keras, sebab di kepala korban terdapat luka, sedangkan korban satunya terdapat bekas jeratan tali,” terang Kasubbag Humas Polres Pacitan, AKP Rudito Kukuh Basuki, Jumat (16/5).

Terkait dengan kedatangan beberapa orang dari Jatirogo Wonogiri ke Polres Pacitan yang mengaku telah kehilangan anggota keluarganya, lanjut AKP Rudito, sampai saat ini pihaknya telah bekerja sama dengan Polres Wonogiri untuk melakukan penyelidikan guna mengungkap kasus ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *