Sholat Jumat dan Makamkan Jenazah Selalu Nyeberang Kali, Sungai Kuncir Dibangun Jembatan Gantung

oleh
Sholat Jumat dan Makamkan Jenazah Selalu Nyeberang Kali, Sungai Kuncir Dibangun Jembatan Gantung

Memokediri.com

Sungai Kuncir menjadi momok bagi masyarakat Desa Cepoko, Kecamatan Berbek saat musim hujan. Karena saat musim hujan, air Sungai Kuncir akan meluap. Selain itu, pohon dan bambu juga banyak terbawa arus sungai. Ini sangat berbahaya bagi jembatan yang akan dibangun.

“Harus dibuat lebih tinggi jembatannya agar tidak hanyut terbawa arus Sungai Kuncir saat musim hujan,” ujar Kepala Desa Cepoko M. Kholid Iskandar kemarin.

Menurut Kholid, warga berharap, jembatan yang akan dibangun oleh relawan Daarut Tauhiid (DT) Peduli Jatim sangat diharapkan masyarakat. Karena selama ini, warga Dusun Bayeman dan Tahunan harus menyeberang Sungai Kuncir untuk salat Jumat dan memakamkan anggota keluarganya.

Hal ini sangat berbahaya. Karena Sungai Kuncir penuh dengan batu-batu. Jika  tidak hati-hati bisa terpeleset dan terjatuh. “Mudah-mudahan segera dibangun jembatannya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Program DT Peduli Jawa Timur Bayu Jaya Noor Arisma mengatakan, jembatan yang akan dibangun di Desa Cepoko adalah jembatan gantung. Rencananya, jembatan tersebut tidak ada tiang penyangga di tengahnya. Ini untuk antisipasi jika ada material, seperti kayu dan batu yang terbawa arus sungai saat musim hujan. “Nanti tinggi jembatan minimal satu meter dari titik tertinggi air Sungai Kuncir yang meluap tahun lalu,” ujarnya.

Bayu mengatakan, meski jembatan gantung tetapi warga tidak perlu khawatir saat melintas. Guncangan tidak akan keras. Karena akan ada delapan sling besi yang dipasang di lantai jembatan dan tiang. “Tidak terlalu goyang-goyang nanti jembata gantungnya,” ujarnya.

Untuk pembangunan jembatan gantung di Desa Cepoko, Bayu mengatakan, tidak membutuhkan waktu yang lama. Diperkirakan pembangunan jembatan gantung hanya memakan waktu dua minggu. Karena lebar sungai hanya 80 meter. Sedangkan, lebar jembatan gantu yang terbuat dari papan kayu akan memiliki lebar 1,5 meter. “Nanti kita akan ajak masyarakat setempat gotong royong membangun jembatan gantung,” ujarnya.

Sayang, hingga kemarin, belum ada kejelasan kapan pembangunan jembatan gantung di Desa Cepoko bisa dimulai. Karena DT Peduli masih akan membuat rencana anggaran belanja (RAB) untuk jembatan gantung. RAB tersebut akan diajukan ke Bank Maybank Syariah yang menjadi rekanan DT Peduli. “Semoga disetujui sehingga pembangunan jembatan gantung di Desa Cepoko bisa segera dimulai,” harapnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *