Jual Beli Hewan Kurban Diawasi, DKPP Waspadai Hewan dari Tulungagung

oleh
Jual Beli Hewan Kurban Diawasi, DKPP Waspadai Hewan dari Tulungagung
Jual Beli Hewan Kurban Diawasi, DKPP Waspadai Hewan dari Tulungagung

Memokediri.com

Jelang lebaran haji tahun ini, jual beli hewan kurban di Kabupaten Kediri, diawasi oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kediri. Seluruh pasar hewan dilakukan pengetatan, memastikan kesehatan konsumsi.

Waspadai Jual Beli Hewan Kurban dari Tulungagung,  Rawan Terjangkit Virus Antraks

Selain itu, DKPP Kabupaten Kediri juga mewaspadai penjualan hewan dari Tulungagung. Pasalnya, hewan dari daerah tersebut, belakangan ini banyak disinyalir membawa penyakit menular, antraks.

Biasanya, bulan bulan ini, jual beli hewan kurban mulai marak. Sementara itu, kesehatan hewan menjadi bagian penting dalam kegiatan kurban. Pegawasn dilakukan oleh beberapa dokter hewan.

Wajib Menunjukkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan

Dinas Ketahaan Pangan dan Peternakan Kab Kediri, mewajibkan, pedagang yang terlibat jual beli hewan kurban harus memiliki surat keterangan kesehatan hewan.

Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri memperketat perdagangan hewan kurban. Pihaknya akan menerjunkan para dokter hewan untuk memeriksa kesehatan hewan di seluruh pasar hewan yang ada di Kabupaten Kediri.

Tujuannya, untuk memastikan hewan ternak yang masuk di wilayah Kabupaten Kediri tetap aman dan sehat untuk di konsumsi. DKPP Kab Kediri menyebut, ada hewan yang berasal dari luar daerah dan memiliki jenis penyakit yang membahayakan.

 

 Waspadai Hewan Dari Tulungagung

Mulai Minggu Depan Dokter Hewan Stanby di Pasar

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri drh. Tutik Purwaningsih , mengatakan, minggu depan para dokter hewan akan standby di pasar hewan saat jam operasional.

Selain melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban, pihaknya akan mengimbau para pedagang agar membawa Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) saat mengirim dan mendatangkan hewan kurban.

Waspadai Hewan Dari Tulungagung

Tutik menambahkan, para pedagang juga diimbau untuk tidak melakukan transaksi hewan kurban khususnya sapi dengan wilayah Tulungagung. Hal ini terkait temuan kasus antraks pada Juni lalu.

” Meminta peternak meningkatkan sanitasi kandang lebih memperhatikan kesehatan hewan ternaknya terutama ruminansia. Untuk pasar lalu lintas ternak harus dilakukan penyemprotan disinfektan mulai dari lokasi pasar dan sekitarnya, karena antraks bisa dibawa lewat lalu lintas hewan, ” tutur drh. Tutik Purwaningsih.

Pastikan Kabupaten Kediri Bebas dari Hewan Menular

Kesiapsiagaan ini, selain karena dekat dengan wilayah epidemi antraks , juga untuk memastikan hewan ternak di Kabupaten Kediri bebas penyakit hewan menular. Apalagi sepekan lalu sempat ada peristiwa kematian hewan ternak yakni domba sebanyak 23 ekor.

” Meskipun tidak ada indikasi anthrax DKPP tetap melakukan penyelidikan terkait kematian hewan ternak tersebut dengan menghadirkan tim dari laboratorium Jogja dan Malang. Saat ini hasil bedah bangkai tim tersebut tengah diteliti. ” Tambah drh. Tutik Purwaningsih.

Namun, jika memang ada transkasi harus disertakan SKKH agar tidak sampai menimbulkan kasus antraks di Kabupaten Kediri. Pengawasan praktek jual beli hewan kurban tahun ini lebih ketat dari tahun sebelumnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *