Kontes Cupang ke-8 Kediri Digelar Terbatas dengan Prokes Ketat

oleh
Kontes Cupang ke-8 Kediri Digelar Terbatas dengan Prokes Ketat

Kediri, Memo
Kontes Cupang di Kediri dengan tajuk 8th Betta Contest Kontes Rise and Shine tetap digelar mulai hari, Jumat (25/6/2021).

Sejumlah perubahan dilakukan panitia dengan harapan meminimalkan kerumunan. Diantaranya, arena kontes tertutup untuk umum.

Hanya panitia dan perwakilan handler yang diperbolehkan berada di area kontes. Para handler yang datang juga diwajibkan membawa surat keterangan bebas covid. Bagi yang tidak membawa maka wajib menjalani tes swab antigen di lokasi.

Dinas Kesehatan sudah menyiapkan petugas dan juga ambulans untuk melakukan tes usap antigen kepada para peserta. Jika nantinya diketahui ada yang positif maka tidak diperbolehkan masuk ke dalam arena kontes.

Ketua panitia 8th Kediri Betta Contest, Dimas Aji Pamungkas mengatakan, protokol kesehatan ketat wajib dilakukan. Hal ini untuk mencegah adanya penyebaran Covid-19 dari kontes betta ke-8 ini.

“Pada saat kontes, area kontes steril. Yang berada di arena kontes hanya panitia dan handler saja. Kita wajibkan peserta membawa surat negatif Covid-19. Kalau tidak, maka harus menjalani tes swab antigen yang disediakan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri,” jelasnya.

Beberapa kegiatan kontes sudah mulai berjalan, salah satunya adalah seminar calon juri yang diadakan hari ini, Jumat (25/6/2021). Seminar diadakan di Convention Hall SLG Kediri secara daring melalui aplikasi zoom.

Seminar Calon Juri ini menghadirkan pembicara yakni Judging Board Internasional Betta Contes (IBC) yakni Ir Joty Atmadjaja.

Antusiasme para pecinta cupang ternyata cukup tinggi, terbukti ada sekitar 62 peserta yang mengikuti seminar daring tersebut. Mereka berasal dari sejumlah kota besar di Indonesia.

Sementara itu, data yang masuk ke panitia ada sekitar 2100 ikan yang sudah mendaftar secara online. Peserta tersebar tidak hanya dari Indonesia saja namun juga beberapa negara tetangga diantaranya Malaysia, Singapura, Philipina, Thailand dan Brunei Darussalam.

“Ribuan ikan yang ikut kontes ini akan dipegang oleh handler. Ada 33 handler yang siap menangani ikan. Jadi dipastikan tidak akan ada kerumunan,” tegas Dimas.

Kontes bertajuk Rise and Shine ini diagendakan akan tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI) dalam kategori peserta terbanyak dan kontes dengan hadiah termahal.

Diketahui Kontes Rise and Shine ini menghadirkan satu buah mobil sebagai grandprize serta uang tunai puluhan juta.

Karena kontes tertutup untuk umum, maka bagi masyarakat yang ingin melihat pelaksanaan kontes bisa melalui chanel Youtoube dari Dinas Perikanan Kabupaten Kediri dan juga Channel Kediri Betta Club (KBC). Seluruh proses lomba akan disiarkan melalui siaran channel tersebut. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *