Kunyit kuning untuk pemrosesan pakan ternak dan kebutuhan ekspor

oleh
Kunyit kuning untuk pemrosesan pakan ternak dan kebutuhan ekspor

MemoKediri.com

Kunyit kuning atau akrab di masyarakat karena kunyit adalah jenis tanaman rempah yang biasa digunakan sebagai obat tradisional atau bumbu, serta rempah-rempah memasak dapur.

Tetapi siapa yang mengira kunyit juga dapat digunakan untuk bahan dasar untuk membuat pakan ternak organik.

Industri rumah yang terkandung di Dusun Kradenan, Desa Manyaran, Kecamatan Banyakan, setiap hari melaksanakan pengobatan cobaan yang dibedakan menjadi 2 jenis varian.

Varian kering untuk kebutuhan akan campuran pakan ternak dan varian yang baik untuk keperluan ekspor.

Bisnis yang dipelopori oleh Miftakhul Ulum telah berdiri sejak 2008, tetapi mulai melakukan ekspor baru 6 tahun yang lalu.

Kunyit yang diekspor adalah dalam bentuk kunyit dengan kualitas kelas A yang kemudian dikirim ke India. Akan diekstraksi untuk diekstraksi untuk bahan jamu.

Untuk sekali kirim ke gudang, Miftakhul Ulum mengirim 7 ton kunyit dengan harga Rp. 13.000 hingga Rp. 14.000 per kilogram biasanya dilakukan hingga 8 kali sebulan.

Tetapi sekarang karena krisis ekonomi dunia, permintaan berkurang 75 persen. “Permintaan jatuh secara dramatis tetapi masih ada setiap bulan,” katanya.

Sekarang untuk berkeliling sehingga kegiatan penjualan Kinir tetap ada, ia mengalihkan penjualan bahan-bahan pakan ternak.

Jika permintaan ekspor dengan kunyit kelas A, maka untuk ternak dikirim ke gudang di area Kabupaten Blitar dengan kualitas di bawahnya atau ponsel kering dengan harga Rp. 10.000 hingga Rp. 11.000 per kilogram.

Tetapi permintaan untuk bahan yang dikirim sebagai bahan pakan ternak lebih bervariasi, tidak hanya dalam kunyit tetapi ada rempah-rempah rempah-rempah lainnya seperti sukacita dan jahe merah.

“Campuran biasanya kita dapat memesan ketika musim hujan tiba seperti sekarang, fungsinya adalah pelengkap. Meskipun dipengaruhi oleh permintaan pandemi tetap stabil, karena pabrik pengolahan pakan masih beroperasi dan kadang-kadang hanya mengurangi jumlah produksi,” Kata Miftakhul Ulum.

Sekarang untuk mengandalkan pasokan kunyit dan rempah-rempah rempah-rempah lainnya tetap stabil, ia bekerja sama dengan sejumlah kelompok tani yang tersebar di berbagai kota di Jawa Timur seperti Probolinggo, Situbondo, Trenggalek, Ponorogo dan Kediri.

“Kabupaten Kediri Kediri sangat berlimpah karena tanah dan iklim cocok untuk menanam polopendem. Di antara kecamatan di Kediri, hasil panen ditemukan di Kecamatan Tarokan, Kecamatan Banyakan dan Kecamatan Banyakan.” Tutup Miftakhul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *