Lonjakan Kasus Covid di Kota Kediri Tambah Ngeri, Sehari 100 Kasus

oleh
Lonjakan Kasus Covid di Kota Kediri Tambah Ngeri, Sehari 100 Kasus

Memokediri.com
Kota Kediri kembali mencetak rekor kemarin. Yakni, dengan penambahan 100 kasus sehari kemarin. Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Kediri Alfan Sugiyanto menyebutkan, penambahan 100 kasus itu karena dinkes mengoptimalkan rapid test.

Seperti kemarin, jumlah rapid test mencapai 594 orang. Hasilnya, ada 223 orang yang dinyatakan reaktif. “Untuk testing sudah kita gencarkan sesuai dengan target nasional. testingnya di atas 600 setiap hari,” terang Alfan.

Optimalkan Tracing dan Test, Kasus Reaktif Covid di Kota Kediri Makin Tinggi

Semakin banyak yang dites, otomatis kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang ditemukan akan semakin tinggi. Dengan melonjaknya kasus tersebut, diakui Alfan tidak semua pasien bisa dirawat di rumah sakit. Sebagian dari mereka memilih menjalani isolasi mandiri, dan menempati gedung isolasi terpusat.

Selain mengoptimalkan tracing, menurut Alfan pihaknya juga terus menggalakkan vaksinasi. Dalam sehari target vaksinasi lebih dari dua ribu dosis.

“Kami sudah usulkan untuk vaksin ibu hamil, tapi belum terealisasi,” jelasnya sembari menyebut dinkes menunggu surat resmi dari Kementerian Kesehatan untuk vaksinasi ibu hamil.

Sangsi Denda Untuk Pemilik Warung Dihapus

Sementara itu, selama pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4, ada beberapa perubahan kebijakan yang diambil dalam operasi yustisi. Yakni, dihapuskannya sanksi denda kepada pemilik warung makanan yang terjaring operasi.

Kasatpol PP Kota Kediri Eko Lukmono mengatakan, pihaknya telah sepakat menghapus denda sanksi administratif tersebut. “Biasanya kan sanksi denda yang diberikan itu mulai Rp 50 ribu hingga Rp 500 ribu,” ujarnya sembari menyebut sanksi denda diganti dengan penutupan warung.

Penindakan Satpol PP Lebih Humanis

Diakui Eko, penghapusan sanksi denda dilakukan agar penindakan lebih humanis. Satpol menyadari kondisi perekonomian masyarakat sedang sulit. Meski demikian, bukan berarti perubahan sanksi ini bisa dianggap enteng oleh pelanggar.

Menurut Eko, sanksi penutupan warung ini lebih membuat pemiliknya sengsara. Sebab, mereka tidak lagi mempunyai pemasukan selama beberapa hari. Seperti sebelumnya, Eko menyebut pemilik warung masih bisa berjualan dengan syarat hanya melayani dibungkus.

Praktiknya, banyak warung makan yang menyediakan tempat duduk. Makanya pelanggar juga didominasi para pelaku usaha warung makan saat operasi yustisi dilakukan,” terangnya.

Makin Banyak Masyarakat Yang Patuh, Makin Cepat Pulih

Eko pun mengimbau kepada para pelaku usaha untuk mematuhi aturan yang berlaku saat ini. Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang patuh, akan semakin cepat memulihkan kondisi perekonomian di Kota Kediri.

Untuk diketahui, meski sanksi operasi yustisi sedikit dilonggarkan, tidak demikian dengan ketentuan untuk para pelaku perjalanan. Calon penumpang kendaraan umum yang tidak bisa menunjukkan dokumen kelengkapan akan diminta untuk turun.

Lantas Polres Kediri Kota Intens Cek Dokumen Kendaraan

Kanit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan Patroli (Turjawali) Satlantas Polres Kediri Kota Ipda Cahyo Widodo menjelaskan, timnya masih intens mengecek dokumen persyaratan para pelaku perjalanan. Hal tersebut dilakukan untuk kendaraan di luar plat AG, hingga penumpang bus.

Selama PPKM Darurat dan PPKM level 4 minggu ini, polisi mengintensifkan pemeriksaan. “Setiap hari ada saja kendaraan yang kami minta untuk putar balik karena tidak bisa menunjukkan dokumen yang disyaratkan. Seperti surat vaksin dan surat bebas Covid-19,” terangnya.

Jarang Ditemukan Pelanggaran dari Penumpang

Khusus untuk penumpang bus dilakukan penyekatan khusus. Hasilnya, jarang sekali ditemukan penumpang yang tidak membawa surat kelengkapan. Sebab, saat berangkat dari terminal lokasi pemberangkatan juga sudah dicek petugas terminal.

“Kalau penumpang jarang sekali ada yang melanggar. Bahkan saat kami masuk ke dalam bus, beberapa penumpang sudah inisiatif menunjukkan dokumen yang dimilikinya,” bebernya.

Untuk penumpang yang kedapatan tidak bisa menujukkan dokumen yang disyaratkan, diminta untuk berhenti. Mereka diminta turun di terminal. Polisi menurut Cahyo harus bersikap tegas karena armada dengan lebih dari dua orang penumpang harus benar-benar waspada. Potensi penularan Covid-19 di sana dianggap lebih besar.

Para Pegawai Terpapar Covid 19, Kantor Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri Di-lockdown

 Lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Kediri masih terus terjadi. Hari ini, Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri di-lockdown. Kebijakan tersebut diambil setelah tiga pegawai di sana terpapar Covid-19.

Humas PN Kabupaten Kediri M. Fahmi Hary Nugroho mengungkapkan tiga pegawai yang terpapar Covid adalah seorang panitera muda, panitera pengganti, dan staf pidana.

Sebelumnya, dua pegawai sudah diketahui positif Covid-19 sejak Senin (19/7). Selanjutnya, kemarin dilakukan tracing terhadap 15 pegawai. “Hari ini (kemarin, Red) satu pegawai yang terkonfirmasi positif,” ujarnya.

Kantor Ditutup Hari Ini Hingga Senin

Setelah terjadi penambahan pegawai yang terkonfirmasi positif Covid-19 itulah, pihak PN memutuskan untuk menutup sementara kantor. Fahmi memastikan penutupan hanya dilakukan hari ini. Adapun Senin (26/7) nanti sudah beroperasi kembali.

Selama penutupan kantor, menurut Fahmi kompleks PN Kabupaten Kediri akan didisinfeksi. “Senin (26/7) kantornya sudah kembali dibuka,” lanjut Fahmi.

5 Pekerja Migran  Positif,  Isoman di Gedung SKB

Terpisah, Sekretaris Satgas Covid-19 Kabupaten Kediri Slamet Turmudi menjelaskan, jumlah pekerja migran Indonesia (PMI) yang terkonfirmasi positif kemarin kembali bertambah. “Di gedung SKB (sanggar kegiatan belajar, Red) per hari ini ada lima orang (PMI, Red),” terang Slamet ditemui di ruangannya.

Dari total lima PMI yang terkonfirmasi positif, semuanya merupakan orang tanpa gejala (OTG). Berapa total PMI yang terpapar hingga sekarang? Slamet menyebut, sejak penjemputan PMI oleh satgas Covid-19 dan dinas ketenagakerjaan (disnaker), sedikitnya ada 19 PMI terkonfirmasi positif.

Ada 539 PMI Kembali ke Kampung Halaman

Ada 539 PMI Kembali ke Kampung Halaman .Total PMI yang telah kembali mencapai 539 orang. Di luar PMI, Slamet mengakui jika Covid-19 di Kabupaten kediri masih fluktuatif. Meski demikian, selama dua hari terakhir ada kecenderungan penurunan kasus.

Dengan penambahan harian yang mencapai ratusan kasus, Slamet mengingatkan jika jumlah itu masih tinggi. Karenanya, dia meminta masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat. Jika di Kabupaten Kediri masih ada ratusan kasus Covid-19 tiap hari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *