Nakes di Kediri Berguguran, Ratusan Terpapar Covid

oleh
Nakes di Kediri Berguguran, Ratusan Terpapar Covid

Memokediri.com

Masa pandemi Covid-19 hingga dua tahun kembali memberikan duka bagi sektor medis. Pasalnya, bulan ini masih ada penambahan tenaga kesehatan (nakes) yang meninggal dunia lantaran terpapar Covid-19. Total ada delapan nakes dikebumikan dan puluhan lainnya terkonfirmasi positif.

Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Kediri Wahyu Sri Astutik mengatakan, di bulan Juli sebanyak tiga nakes di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kediri (RSKK). Satu lainnya yakni nakes di Klinik Kandangan.

“Juli ini agak banyak sekali nakes kita yang kena (meninggal dunia akibat Covid-19, Red),” ujarnya.

Bulan Juli, 4 Nakes Meninggal Dunia

Dengan begitu, di bulan ini sebanyak empat nakes telah meninggal dunia dikarenakan terpapar Covid-19. Dari keempat nakes tersebut bertugas di Poli Klinik Rawat Jalan, Ruang Rawat Cendana, perawat UGD serta salah satu klinik di Kandangan.

Dalam tiga hari terakhir, dua nakes meninggal dunia. Yakni Maria Rosari Wororensi dan Febri Candrawati, keduanya bertugas di RSKK.

Sedangkan nakes yang meninggal dunia tahun lalu ada empat orang. Mereka ada yang bertugas di rumah sakit dan puskesmas. “Yang meninggal di pandemi pertama (ada) 4 (nakes) dan bulan ini total 8 orang,” ungkap perempuan yang akrab disapa Wahyu tersebut.

Lebih 100 Orang Tenaga Kesehatan Terpapar Covid

Lalu berapa jumlah nakes yang terpapar Covid-19 hingga sekarang? Wahyu mengatakan, nakes yang terkonfirmasi lebih dari seratus orang.

Pasalnya, untuk nakes di RSKK saja mencapai 100 orang. Sedangkan nakes di klinik dan puskesmas jumlahnya di angka 120 – 30 orang telah terpapar Covid-19. Meski jumlah nakes yang terpapar mencapai ratusan, Wahyu mengungkapkan, untuk jumlah mereka yang sembuh pun terhitung banyak.

Para Nakes di Kediri Kelelahan

Lebih lanjut, Wahyu mengungkapkan, kondisi nakes saat ini kelelahan. Terlebih mereka harus terus mengenakan alat pelindung diri (APD) selama bertugas.

“Kecapekan kelelahan karena kita memakai hazmat hanya mampu 4 -5 jam,” ungkap perempuan yang juga menjabat Kepala Bidang Keperawatan RSKK.

Pasalnya, dalam satu sif  mereka harus turun tangan dua kali. Seperti dalam satu sif ada enam orang, maka yang memakai hazmat hanya tiga orang sedangkan tiga lainnya berada di kantor.

“Tugasnya untuk melayani pengambilan barang atau berkomunikasi dan mencatat laporan,” terangnya.

Selama Betugas para Nakes Pakai APD Tak Bisa Dilepas

Mereka pun tak bisa melepas APD sewaktu-waktu. Untuk operasional kerja dibagi separuh untuk bergantian menangani pasien.

Terpisah, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Kediri Siti Maesaroh mengatakan, bidan yang meninggal dunia akibat Covid-19 satu orang. “Kalau yang terpapar memang lumayan sekitar 55 orang untuk bulan Juli,” terangnya.

Bidan Yang Terpapar Covid Berjumlah 95 Orang

Sedangkan untuk bidan yang terpapar Covid-19 sejak awal pandemi lalu mencapai 95 orang. “Yang bulan Juli ini banyak yang kena,” imbuhnya.

Lanjutnya, selama pandemi beban kerja bidan pun bertambah. Mulai dari pelayanan vaksinasi, tracing, mengawal ibu hamil hingga persalinan, serta mencari rujukan.

Tiap Hari , 1 Bidan Meninggal Dunia

Dari pantauannya pada laporan DPD IBI Jawa Timur, Siti mengatakan tiap harinya ada satu hingga tiga orang bidan meninggal dunia. Khusus di Kabupaten Kediri, hanya ada satu kasus kematian yaitu bidan dari Puskesmas Plosoklaten.

Sementara itu, di Kota Kediri tercatat puluhan nakes yang juga telah terpapar virus. Total dari 607 orang yang masuk data Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Kota Kediri terdapat 84 bidan yang sudah terpapar virus korona dan satu orang meninggal dunia.

23 Bidan di Kota Kediri Jalani Isolasi Mandiri

Ketua IBI Cabang Kota Kediri Darmining melalui Sekretaris IBI Kota Kediri Mahendri mengungkapkan, sampai saat ini kasus aktif pada anggotanya ada sebanyak 24 orang.

“Ada 23 orang yang masih jalani isolasi mandiri dan satu dirawat di rumah sakit,” ujarnya. Dari puluhan kasus positif itu, ia bersama Darmining kini masih menjalani isolasi mandiri di rumah.

Diakui Mahendri, bidan yang kini masih kasus aktif itu tersebar bekerja di rumah sakit, puskesma, hingga klinik. Meski sudah banyak yang terpapar korona, angka kematiannya terbilang minim.

Satu anggotanya yang meninggal akibat korona karena memiliki komorbid diabetes. Dari usia, bidan yang meninggal tersebut sudah di atas 60 tahun.

Abaikan Berita Negatif dari Sosmed

Dia berharap rekan satu profesinya yang kini isoman bisa segera pulih dan melanjutkan pengabdian membantu tenaga kesehatan lainnya yang kini sedang menangani pasien akibat korona.

Meski sempat punya gejala, namun kadarnya hanya ringan. Mahendri meminta rekan-rekannya yang sedang isoman bisa menjaga imunitas dengan untuk berfikir positif.

“Untuk berita-berita negatif khususnya dari sosmed (sosial media, Red) harus diabaikan,” ucapnya. Kemudian, perlu istirahat yang cukup dan tidak begadang. Untuk tambah stamina tetap olahraga kecil minimal berjemur.

Tidak lupa, dia meminta agar mengatur pola makan dan mengonsumsi makanan yang bergizi. Dia bersyukur, di hari ke-10 isoman, kondisinya makin membaik.

Kota Kediri Tak Tahu Kekuatan Nakes di Lapangan

Sayangnya, Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan Kota Kediri Dwi Sunariyati belum bisa memberikan jumlah tenaga kesehatan (nakes) yang kini terpapar korona.

Ia berdalih, data nakes yang terkonfirmasi kini masih dalam pendataan. Sehingga, tidak diketahui berapa sisa kekuatan nakes yang kini bekerja di lapangan ikut menangani Covid-19. “Kami masih mendata,” ucapnya.

Sementara itu, hingga kemarin, kasus terkonfirmasi virus korona di Kota Kediri masih terus bertambah. Ada 68 kasus baru yang terkonfirmasi. Penambahan jumlah tersebut menyebabkan kasus aktif juga mengalami peningkatan menjadi 484 kasus. Sedangkan yang meninggal juga bertambah tiga lagi. Sehingga total yang meninggal sudah mencapai 220 kasus.

Sumber RadarKediri JawaPos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *