Panglima TNI Copot Danlanud-Dansatpomau, Dua Anggota Pomau Tersangka

oleh
Panglima TNI Copot Danlanud-Dansatpomau, Dua Anggota Pomau Tersangka

Memokediri.com

 Dua anggota Polisi Militer Angkatan Udara (Pomau) yang menganiaya penyandang disabilitas di Merauke, Serda Dimas Ardianto dan Prada Rian Pebrianto, memang telah ditahan.

Namun, sanksi tak lantas selesai. Kemarin Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memerintahkan supaya Komandan Lanud (Danlanud) Johannes Abraham Dimara Kolonel (Pnb) Herdy Arief Budiyanto dicopot. Hadi juga meminta Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo mengganti komandan Satuan Pomau (Dansatpomau) di Lanud Johannes Abraham Dimara.

”Saya minta malam ini (tadi malam, Red) langsung serah terimakan,” tegas orang nomor satu di TNI tersebut. Dia ingin TNI-AU membuat keputusan cepat sehingga pergantian Danlanud serta Danpomau di Merauke segera tuntas. Menurut Hadi, pergantian itu patut dilakukan lantaran Danlanud serta Danpomau tidak mampu membina personelnya dengan baik.

”Kenapa tidak peka memperlakukan penyandang disabilitas seperti itu. Itu yang membuat saya marah,” kata Hadi. Belakangan, Hadi mengetahui bahwa Steven sebagai korban yang ditarik, ditindih, dan diinjak kepalanya oleh dua personel Pomau merupakan seorang tunawicara.

Perintah tersebut langsung direspons KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo. Dia memastikan akan mengganti Danlanud serta komandan Satuan Pomau Lanud J.A. Dimara. Hal itu dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab atas tindak kekerasan dua prajurit TNI-AU yang bertugas di Lanud J.A. Dimara.

Kepala Dinas Penerangan TNI-AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI Indan Gilang Buldansyah menyatakan bahwa proses hukum terhadap kedua personel Pomau sudah masuk tahap penyidikan. ”Saat ini kedua tersangka menjalani penahanan sementara selama 20 hari untuk kepentingan penyidikan selanjutnya,” terang dia.

Indan berharap semua pihak mengikuti proses hukum itu. Pihaknya belum tahu sanksi apa yang diberikan kepada dua prajurit tersebut. Yang pasti, hukuman diberikan sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku. ”Masih penyidikan terhadap kedua tersangka. Tim penyidik akan menyelesaikan BAP dan nanti dilimpahkan ke oditur militer untuk proses hukum selanjutnya,” bebernya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *