Pasien Covid 19 di Kota Kediri, Separonya Berasal dari Luar Kota

oleh
Pasien Covid 19 di Kota Kediri, Separonya Berasal dari Luar Kota

Memokediri.com Pasien Covid 19 di Kota Kediri, Separonya Berasal dari Luar Kota . Sejumlah pasien Covid 19 yang dirawat di rum ah sakit di Kota Kediri, separonya berasal dari luar kota. Artinya, mereda dari luar daerah .

Sehingga, jumlah kamar dan tempat tidur yang disediakan Pemkot Kediri, separuhnya sudah dihuni pasien Covid dari wilayah Kabupaten Kediri, Kabupaten Nganjuk dan luar kota lainnya, yang kebetulan harus dirawat di kamar dan aruang yang tersedia di beberapa rumah sakit di Kota Kediri.

Tersedia 589 Tempat Tidur, Terisi 447  Tenpat Tidur

Berdasarkan data yang ada, rumah-rumah sakit di Kota Kediri menyediakan 589 tempat tidur (TT) khusus pasien Covid-19. Hingga kemarin tingkat keterisiannya mencapai 447 TT. Dari jumlah tersebut yang berasal dari Kota Kediri sebanyak 231 orang. Sisanya adalah warga non-Kota Kediri.

“Selama ini rumah sakit di Kota Kediri ini jadi rujukan warga luar kota,” ujar Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar saat konfersensi pers melalui zoom meeting kemarin petang.

RS Gambiran Masih Terisi 180 Tempat Tidur

Di beberapa rumah sakit besar, jumlah pasien memang tinggi. Di RS Gambiran misalnya, dari 213 TT khusus korona sudah terisi 180. Pasien luar kotanya mencapai 53 TT.

Sedangkan di RS Bhayangkara, dari 96 TT terisi 75. Di rumah sakit ini hanya sepuluh orang saja yang warga kota. Jumlah sama juga tercatat di RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan. Di sini hanya 10 pasien asal Kota Kediri di antara 59 pasien yang dirawat. Total TT yang tersedia sebanyak 68 unit.

Pemulasaraan Dibebankan ke BPBD

Imbas dari kondisi itu, beban tenaga kesehatan (nakes) mulai dikurangi. Para nakes itu tak lagi diminta mendampingi jenazah Covid-19 hingga ke penguburan. Tugas pemulasaraan dibebankan ke petugas dari badan penanggulangan bencana daerah (BPBD).  Nakes hanya melakukan tindakan medis di rumah sakit. Sekaligus menjadi ujung tombak dalam pelaksanaan vaksinasi, tracing, dan testing.

“Mereka akan dibantu oleh relawan dari mahasiswa,” ujarnya.

Penambahan Jumlah Relawan Sebanyak 300 Orang

Jumlah relawan, rencananya, bakal ditambah lagi sebanyak 300 orang. Para relawan ini akan mendapat uang transport senilai Rp 50 ribu per hari.

Sementara itu, membeludaknya jumlah pasien itu membuat kemarin sempat ada antrean penanganan jenazah. Sembilan mayat antre untuk ditangangi. Namun, kondisi itu tidak berlangsung berlarut-larut karena sudah tuntas sehari kemarin.

Perpanjangan PPKM Diharapkan Penurunan Kasus

Terkait perubahan nama PPKM darurat menjadi PPKM level 4, Abu mengatakan tak mengubah aturan secara signifikan. Namun, dia berharap setelah perpanjangan ini terjadi penurunan jumlah kasus. Agar aturan bisa kembali longgar.

Saat ini pemkot juga tengah melakukan pendataan pedagang kaki lima (PKL). Agar nanti memudahkan pendistribusian bila ada bantuan. Namun demikian Abu mengatakan pemkot belum melakukan refocusing anggaran lagi.

Kejaksaan Kota Jamin Keamanan Anggaran Covid di Kota Kediri

Sebelumnya, Kajari Kota Kediri Sofyan Selle memberi lampu hijau bila pemkot menggunakan anggaran penanganan untuk Covid-19.

“Kami tentu akan mendukung semua langkah yang diambil Pemkot Kediri. Termasuk penggunaan anggaran selama Covid-19,” ucapnya.

Meski Terpapar, Masih Ada Nakes Yang Bisa Memberi Layanan

Sementara itu, laboratorium polymerase chain reaction (PCR) di RSUD Kabupaten Kediri (RSKK) tak jadi menghentikan pelayanan untuk sementara waktu. Hal itu terjadi karena masih ada tenaga kesehatan (nakes) yang bisa mengoperasikan layanan.

“Tetap kami running (jalankan, Red) seperti hari-hari biasa,” jelas Direktur RSKK Dr dr Ibnu Gunawan.

Dua dari Enam Analis PCR Terpapar

Sebelumnya, dua dari enam orang analis di laboratorium PCR RKK terpapar virus korona. Kondisi inilah yang membuat pelayanan lab sempat akan mengurangi jumlah sampel swab PCR yang dianalisa. Khusus untuk swab PCR mandiri, layanan juga akan dihentikan sementara.

Ternyata, keesokan harinya ada tambahan enam analis lagi. Enam orang ini memang dipersiapkan bila sewaktu-waktu dibutuhkan. “Sehingga kami tetap running  seperti biasa, belum pernah berhenti,” tandas dr Ibnu.

Lonjakan Kasus Covid, Sehari 600 Sampel Dianalisa

Selama ini, jumlah sampel yang masuk setiap hari mencapai 600. Kondisi tersebut berlangsung terutama sejak terjadi lonjakan kasus Covid-19. Sebelum lonjakan, per hari hanya 200 – 350 sampel yang dianalisa. “Satu bulan terakhir lonjakannya sangat luar biasa,” ungkapnya.

Meskipun tetap berjalan, kali ini penerapan protokol kesehatannya jauh lebih ketat dibanding sebelumnya. Tujuannya untuk menjaga kondisi nakes agar tidak kelelahan menangai ratusan sampel tiap harinya.

Untuk diketahui, RSKK sempat mengeluarkan surat pengumuman nomor 800/11058/418.67/2021. Dalam surat tersebut disampaikan mulai tanggal 15 – 23 Juli 2021 untuk sementara waktu pelayanan laboratorium PCR RSKK tidak memberikan pelayanan swab mandiri. Surat itu dikeluarkan Kamis (15/7) lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *