Pembunuhan Dua Siswi SMK Direkonstruksi

oleh
Pembunuhan Dua Siswi SMK Direkonstruksi

Reka ulang kasus pembunuhan Eka Fitriyani (18) dan Novita Yulianti, dua siswi SMK Pancasila Jatisrono Kabupaten Wonogiri Jateng di sebuah kebun jagung Desa Pakis Baru Kecamatan Nawangan Kabupaten Pacitan, digelar jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pacitan, Selasa (3/6). Dalam gelar rekonstruksi yang juga diikuti petugas dari Kejaksaan Negeri Pacitan, setidaknya ada 41 adegan reka ulang yang diperagakan oleh Zaenal (20) pelaku pembunuhan. Dari rekonstruksi diketahui pembunuhan itu sudah direncanakan sehingga pelaku bisa terancam hukuman mati. “Ada 41 adegan reka ulang yang dipertontonkan tersangka. Mulai tersangka bertemu di sebuah pertigaan jalan, hingga mengabisi kedua korbannya,” jelas Ipda Wiyono, Kanit I, Satreskrim Polres Pacitan, saat mendampingi Kapolres, AKBP Aris Haryanto kemarin.

Wiyono menegaskan, sejauh ini tidak ada kejanggalan saat proses rekonstruksi berlangsung. Mulai adegan awal hingga ujung cerita, semua sudah sesuai berita acara pemeriksaan (BAP). “Semua berjalan lancar sesuai yang diterangkan tersangka saat proses penyidikan,” tukas Wiyono pada sejumlah wartawan cetak dan elektronik, kemarin.

Dijelaskan Wiyono, kasus pembunuhan tersebut berlatar belakang keinginan tersangka untuk menguasai harta benda milik korban. Yaitu dua unit telepon genggam serta satu unit sepeda motor Yamaha Jupiter Z Nopol AD 5882 RR. Atas ulah jahatnya itu, tersangka dapat dijerat dengan pasal 365, 315 dan 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman selama 20 tahun penjara atau bahkan hukuman mati. “Tersangka memang sudah merencanakan aksi pembunuhan itu. Sebab martil yang dipergunakan untuk memukul kepala korban, sudah dipersiapkan tersangka sejak dari rumah,” tegas dia.

Sementara itu Kasat Reskrim AKP Hendro Triwahyono SH, saat mendampingi Kapolres Pacitan, AKBP. Aris Haryanto, mengatakan, reka ulang tersebut sejatinya untuk melengkapi berkas penyidikan yang diperlukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebelum berkas perkaranya dinyatakan P21 (lengkap). “Kita memenuhi kelengkapan yang diperlukan JPU. Sehingga rekonstruksi atas kasus tersebut sengaja kita gelar sesuai hasil BAP yang ada,” jelasnya pada awak media, kemarin.

Mantan anggota Ditpidum Polda Jatim tersebut mengatakan, terkait pemindahan lokasi reka ulang di sebuah kebun jagung yang berada di Lingkungan Praman, Desa Sumberharjo, Kecamatan Pacitan tersebut, semata-mata karena alasan keamanan. “Kita antisipasi dini, jangan sampai reka ulang ini akan mengancam keselamatan tersangka. Karena alasan itulah, lokasi rekonstruksi dialihkan. Yang semula disebuah kebun jagung, Desa Pakis Baru, Kecamatan Nawangan, sesuai TKP yang sebenarnya, lalu kita alihkan disini. Lokasinya mirip seperti TKP yang sebenarnya,” tandas Kasat Reskrim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *