Pemkab Probolinggo gelar lomba fesyen merah putih jelang HUT RI

by

Memokediri

Pemerintah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur bekerja sama dengan Adikarya Perajin Batik Bordir dan Asesoris (APBBA) menggelar lomba fesyen merah putih menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia.”Lomba fesyen merah putih digelar dalam rangka memberikan ruang kepada seluruh masyarakat Kabupaten Probolinggo untuk berekspresi,” kata Plt Bupati Probolinggo Timbul Prihanjoko dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di kabupaten setempat, Minggu.

Menurutnya, pemkab sudah memberikan pembinaan dan ruang yang cukup untuk para perajin batik dalam rangka peningkatan UMKM. Dengan adanya banyak perajin batik akan berdampak terhadap penyerapan tenaga kerja.

“Silakan berekspresi menuangkan segala kemampuannya dan kami membuka ruang bagi masyarakat, baik di bidang seni, budaya maupun UMKM agar masyarakat bisa kembali berkarya,” tuturnya.

Kepala Diskominfo Kabupaten Probolinggo Yulius Christian mengatakan lomba fesyen merah putih itu mengambil tema budaya, busana-busana lawas dan perjuangan untuk memperingati HUT ke-77 Kemerdekaan RI. Selain itu, lomba ini juga ingin memberikan motivasi bagi generasi muda untuk mencintai kebudayaan dan budaya bangsa Indonesia

“Kegiatan itu diikuti oleh segala umur mulai dari anak-anak, remaja dan orang tua. Mudah-mudahan dengan kegiatan itu bisa meningkatkan omset industri kecil menengah,” katanya.

Sementara Ketua APBBA Kabupaten Probolinggo Mahrus Ali mengaku sangat bersyukur sekali karena sudah mulai banyak perajin batik yang mulai menampilkan karya-karyanya karena peserta lomba fesyen merah putih banyak yang memakai batik khas Kabupaten Probolinggo.

“Kegiatan itu bertujuan memperkenalkan produk-produk batik karya anggota APBBA dan memperkenalkan batik-batik khas Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.

Ia mengatakan keunggulan dari batik khas Kabupaten Probolinggo adalah batik pendalungan dan batik Kabupaten Probolinggo mampu membuat warna yang tajam, serta membuat warna yang lembut perpaduan warna Jawa dan Madura.

See also  Kota Kediri Harapkan Capai Skor 3,4 Smart city 2022

“Intinya memiliki warna khas yang tidak sama dengan Madura dan tidak sama dengan Jawa. Alhamdulillah, setelah pandemi penjualan batik sudah mulai berangsur-angsur membaik,” katanya.

Setelah dilakukan penilaian oleh juri, maka juara 1 diraih oleh Ghazar Rizkiyah dari Pakuniran, juara 2 diraih Arifah Dwi AG dari Jrebeng Wetan, juara 3 diraih Syarafana AS dari Kraksaan, juara harapan 1 diraih Sarah Amera SR dari Gending, harapan 2 diraih Trizha Nurhidayah Putri dari Maron dan harapan 3 diraih Galih Ajie Pangestu dari Kota Probolinggo.

Leave a Reply

Your email address will not be published.