Pemkot Malang Kenalkan Bus Macito dengan Desain Baru

oleh
Pemkot Malang Kenalkan Bus Macito dengan Desain Baru

Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mengenalkan bus Malang City Tour (Macito) dengan desain baru. Langkah ini dilakukan mengingat bus Macito lama tidak mendapatkan izin karena menggunakan sistem atap terbuka.

Wali Kota Malang, Sutiaji menyatakan, renovasi bus Macito bisa menghabiskan biaya Rp 800 juta. Sementara itu, untuk pengadaan bus baru memakan anggaran sebesar Rp 1,08 miliar. Sebab itu, Pemkot Malang lebih memilih melakukan pengadaan bus baru.

Menurut Sutiaji, keberadaan bus Macito akan memiliki manfaat untuk wisatawan. “Wisatawan yang datang ke Kota Malang tidak usah ribet, tidak usah ini ya. Nanti ada melalui bus-bus yang akan kami siapkan (untuk mengelilingi Kota Malang),” kata Sutiaji kepada wartawan di Kota Malang, Jumat (31/12).

Semula Pemkot Malang berencana untuk menyiapkan dua bus Macito. Namun karena ada kebijakan refocusing, maka pihaknya hanya menyediakan satu buah bus. Pemkot Malang siap menambah jumlah bus apabila animo masyarakat besar.

Bus Macito bisa digunakan untuk masyarakat luas secara gratis. Jadwal operasi ini rencananya akan dilakukan setiap hari. Namun untuk jalur trayeknya masih harus dikoordinasikan terlebih dahulu

“Tapi Insya Allah lebih banyak mobilenya, karena ketinggiannya tidak seperti dulu. Kalau dulu (mobil Macito lama) kan¬†surveinya kalau ketinggiannya banyak kena kabel dan seterusnya,” ucapnya

Adapun mengenai bus Macito yang lama, Sutiaji berencana menggunakannya untuk UMKM dan informasi pariwisata Kota Malang. Bus bagian bawah akan difungsikan sebagai tempat display produk UMKM sedangkan atasnya untuk informasi pariwisata. Transportasi ini kemungkinan akan ditempatkan di wilayah Kayutangan, Kota Malang.

Sementara itu, Desainer Macito, Hasan Muda Nasution mengaku sempat melakukan riset sebelum menentukan desain baru bus Macito. Berdasarkan pengamatannya, bus Macito lama lebih banyak menggunakan lanskap bangunan Belanda dengan desain gotik. Sebab itu, Hasan mencoba menambah unsur lain pada desain bus Macito yang baru.

Julukan Kota Malang sebagai kota buah dimasukkan pada latar belakang bus. Kemudian juga disertakan unsur kerajaan Singosari yang merupakan bagian sejarah dari Kota Malang. “Dan terakhir saya coba masukkan unsur Singo Edan dalam desai relief pagarnya. Berdasarkan logo Kota Malang zaman kolonial,” jelasnya.

Untuk diketahui, bus Macito lama, memiliki beberapa rute wisata yang melintasi kawasan budaya di wilayah Kota Malang. Beberapa area yang dilewatinya antara lain Gereja Katedral wilayah Kayutangan dan kawasan Ijen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *