Pemulihan Ekonomi dengan Cara Digitalisasi Pasar Tradisional

oleh
Pemulihan Ekonomi dengan Cara Digitalisasi Pasar Tradisional
Pemulihan Ekonomi dengan Cara Digitalisasi Pasar Tradisional

Peluncuran digitalisasi papar pasar adalah salah satu bentuk komitmen, untuk meningkatkan sinergi dalam mendorong akselerasi dan perluasan digitalisasi di Kabupaten Kediri dan mendukung upaya pemulihan ekonomi nasional

Dengan program digitalisasi pasar yang dimulai di Pasar Papar, diharapkan Kabupaten Kediri dapat mempercepat implementasi teknologi digital di berbagai sektor.

Sehingga dapat mendukung berbagai program pemulihan ekonomi, terutama untuk UMKM sebagai buffer ekonomi nasional.

Digitalisasi pasar ini, masyarakat dapat meminimalkan kontak dalam transaksi karena semua pedagang di pasar papar telah melayani transaksi menggunakan QRIS (Standar Kode Respons Cepat Indonesia).

Selain tidak terhubung, keberadaan QRIS juga dapat membuat semua transaksi yang direkam dan langsung masuk ke akun, membantu pembentukan profil dan pedagang UMK ketika mengajukan pembiayaan, dan menghindari risiko uang palsu.

Dalam pidatonya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri, Direktur Asisten Rizal Moelyana, menyampaikan gagasan upaya untuk mendorong kerja sama antar-regional (KAD) di bekas wilayah kediri-Madiun yang bermanfaat untuk mendukung inflasi Program Kontrol, dan dapat mengarahkan pedagang pasar UMME Onboarding untuk dapat memanfaatkan teknologi digital.

Gagasan KAD dalam bentuk pemanfaatan platform melalui pengembangan dan penambahan fitur situs web pasar. ID dengan BRI dengan Kabupaten Kediri menjadi proyek percontohan.

Situs web pasar itu sendiri adalah bentuk ekosistem digital dari sistem perdagangan yang terintegrasi dengan sistem sistem pembayaran Nontunai, yang mampu menyediakan infrastruktur pembelian dan penjualan dan informasi tentang ketersediaan data pasokan dan surplus – defisit.

“Di masa depan, keberadaan program digitalisasi pasar diharapkan dapat mendorong realisasi kabupaten Kabupaten Kediri yang dikembangkan dan makmur berdasarkan ekonomi yang didukung oleh birokrasi yang berfungsi sesuai dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Kediri, “harap Rizal Moelyana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *