Penjual Telur Simpan 1.110 Butir Dobel L

oleh
Penjual Telur Simpan 1.110 Butir Dobel L

Kediri, Memo- Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kediri kembali meringkus seorang pria yang terlibat dalam peredaran pil dobel l pada Sabtu (7/6) sekitar pukul 16.00 WIB. Pria tersebut bernama Wahyudi (30) warga Dusun Gadungan Desa Templek Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri yang sehar- hari bekerja sebagai penjual telur. Dia ditangkap polisi di jalan umum Dusun Kapasan Desa Gedangsewu Kecamatan Pare.

Penangkapan pengedar pil setan tersebut bermula dari petugas yang mencurigai beberapa pemuda di daerah tersebut sering teler akibat menenggak pil. Dari situ polisi melakukan penyelidikan dengan mencari tahu siapa sebetulnya penjual pil tersebut.

Penyelidikan yang dilakukan polisi membuahkan hasil. Setelah mengetahui identitas penjual pil yang dicari, polisi melakukan pemantauan terhadap kegiatan yang dilakukan target operasinya. Ketika tahu orang yang dicari melintas di jalan umum Dusun Kapasan, polisi langsung melakukan penyergapan.

Ketika disergap, ternyata tersangka tidak membawa barang haram tersebut. Namun polisi tidak kehabisan akal. Pelaku dibawa ke rumahnya dan diminta untuk menunjukkan tempat penyimpanan barang haram tersebut. Hasilnya, polisi menemukan 1.110 butir dobel l yang disimpan di dapur rumahnya. Selanjutnya, tersangka dan barang bukti dibawa ke ruang penyidik Satresnarkoba untuk dimintai keterangan.

Dari pemeriksaan, bujangan yang pernah tersangkut kasus yang sama pada tahun 2007 mengaku membeli pil dari seseorang yang berasal dari Desa Gedangsewu. Dia mengaku awalnya pada tanggal 20 Mei 2014 lalu membeli 3.000 butir, dengan harga tiap 1.000 butirnya Rp 210.000. Selanjutnya, dia mengemas pil-pil tersebut dengan ukuran kecil isi 10 butir dan dijual kembali dengan harga Rp 10.000.Tersangka mengaku nekat menjual pil untuk memenuhi kebutuhan dan membayar hutang.

Kasatresnarkoba Polres Kediri, AKP Siswanto terkait penangkapan ini mengatakan jika perburuan terhadap para pengedar akan terus dilakukan anggota satresnarkoba. “Tersangka diringkus dijalan, sementara bb pil disembunyikan dirumahnya. Tersangka kini kita tahan dan dijerat dengan pasal 197 sub 196 UU RI No 36 tahun 2009 tentang kesehatan, dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun,”terang AKP Siswanto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *