Penumpukan Pasien Covid di Kediri, 34 Perawat dan 20 Dokter Kewalahan

oleh
Penumpukan Pasien Covid di Kediri, 34 Perawat dan 20 Dokter Kewalahan
Penumpukan Pasien Covid di Kediri, 34 Perawat dan 20 Dokter Kewalahan

Memokediri.com

Penumpukan pasien Covid, melebihi kapasitas kamar rawat, di RSUD Gambiran Kediri, menyebabkan penanganan sesuai ketepatan dan kecepatan waktu. Selain itu, jumlah perawat dan doter yang stand by di IGD rumah sakit milik Pemkot Kediri itu , juga sebabkan kewalahan paramedis.

Melonjaknya pasien Covid 19, berakibat penumpukan pasien di IGD RSUD Gambiran Kota Kediri. Pasien sudah datang dua atau tiga, belum sempat dirawat, sudah ada pasien serupa yang datang lagi. Pemandangan di IDG tersebut, menjadikan 20 dokter di RSUD Gambiran kewalahan.

Selain dokter, ada 34 perawat yang ditugaskan khusus menangani pasien Covid 19, di ruang IGD. Melonjaknya kasus Covid-19 di Kota Kediri membuat tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Gambiran mulai kelelahan. Membludaknya pasien yang datang setiap hari memaksa mereka bekerja tanpa henti dengan resiko yang tinggi.

Selain ruang isolasi, Instalasi Gawat Darurat (IGD) menjadi tempat yang paling sibuk di tengah pandemi. Sejak dua minggu terakhir jumlah pasien yang datang bertambah pesat dengan intensitas tinggi. Hal ini mengakibatkan terjadinya penumpukan pasien yang menunggu perawatan di IGD.

Gigih, Kepala Ruang IGD RSUD Gambiran Kota Kediri mengatakan, pasien yang terus berdatangan dan tidak berhenti, akhirnya menjadikan adanya penumpukan pasien di IGD. Hal itu membuat para tenaga kesehatan kebingungan. Pasien yang datang lebih awal belum dapat kamar, sudah ada lagi pasien baru lagi.

Sementara, secara kapasitas IGD RSUD Gambiran Kota Kediri hanya tersedia 18 tempat tidur. Namun sejak terjadi lonjakan kasus Covid 19 dalam dua minggu terakhir, jumlah pasien yang datang tak kurang dari 30 orang setiap hari.

Meski RSUD Gambiran telah menambah jumlah tenaga kesehatan untuk menangani pasien, mereka tetap kewalahan menangani pasien. Saat ini, tak kurang 34 perawat dan bidan, serta 20 dokter disiagakan untuk bekerja secara bergilir di rumah sakit rujukan Covid 19 ini.

Pasien yang datang ke IGD juga bervariasi, mulai dengan gejala ringan hingga berat. Sebagian besar dari mereka memiliki gejala batuk, kehilangan indra penciuman, hingga sesak nafas dengan saturasi oksigen yang rendah.

Sedangkan akhir-akhir ini banyak pasien dalam keadaan tidak bagus. Saturasi dibawah 90, frekuensi nafas lebih dari 30. Dalam kondisi seperti ini, seluruh tenaga kesehatan berusaha saling menguatkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *