Pilih Online daripada Datang ke Mall Pelayanan Publik Nyawiji

oleh
Pilih Online daripada Datang ke Mall Pelayanan Publik Nyawiji

[Memokediri.com]

Pandemi Covid-19 juga mengubah perilaku masyarakat Kabupaten Nganjuk. Salah satunya adalah masyarakat lebih memilih pelayanan online daripada harus datang langsung ke Mal Pelayanan Publik (MPP). “Saya sekarang bayar pajak kendaraan bermotor di toko modern,” ujar Yanuarita, 37, warga Kertosono.

Pelayanan online pembayaran pajak kendaraan bermotor di toko modern tersebut lebih mudah. Karena bisa dilakukan sewaktu-waktu. Dia juga tidak perlu jauh-jauh ke MPP Nyawiji Kabupaten Nganjuk di Jalan Brantas, Kelurahan Werungotok, Kecamatan Nganjuk. “Naik motor Kertosono-Nganjuk pulang pergi itu juga habis bensin lebih dari Rp 10 ribu,” ujarnya.

Karena itu, meski ada biaya administrasi yang dikenakan toko modern untuk pembayaran pajak kendaraan bermotor sebesar Rp 5.000, Yanuarita tidak keberatan. “Daripada ke Nganjuk atau antre lama di Samsat. Lebih baik bayar di toko modern,” ungkapnya.

Kondisi inilah yang membuat MPP Nyawiji Kabupaten Nganjuk sepi. Karena di awal berdirinya MPP pada Oktober 2019, pengunjung terbanyak adalah warga yang mau membayar pajak kendaraan bermotor dan denda tilang. Saat itu, dalam sehari, jumlah pengunjung bisa menembus 2.500 orang.

Namun, setelah pelayanan online muncul, masyarakat lebih memilih online daripada offline di MPP.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Nganjuk AKP Marita Dyah Anggraini melalui KBO Satlantas Polres Nganjuk Iptu Herry Buntoro mengatakan, pembayaran pajak kendaraan bermotor lewat online melonjak selama pandemi Covid-19. “Masyarakat lebih memilih membayar pajak kendaraan bermotor lewat toko modern daripada membayar offline di MPP Nyawiji atau samsat,” ujarnya.

Herry mengatakan, kebijakan pembayaran online pajak kendaraan bermotor itu untuk membantu pemerintah memutus rantai penularan Covid-19. Karena cara itu bisa mencegah kerumunan. “Pembayaran online ini juga mempermudah masyarakat,” ujarnya.

Selain pembayaran pajak kendaraan bermotor yang sudah online, ada beberapa pelayanan juga menerapkan sistem tersebut. Contohnya pelayanan di Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Nganjuk. Dispendukcapil juga menyiapkan aplikasi Sistem Elektronik Terpadu Daerah Online (Sedudo) untuk pelayanan administrasi kependudukan.

Sehingga, masyarakat tidak perlu datang ke MPP atau kantor dispendukcapil dan antre. Lewat aplikasi itu bisa dilihat jumlah pemohon hingga berapa orang yang masih dalam proses dan sudah selesai.

Menanggapi hal tersebut, Sekda M. Yasin mengatakan, semua masukan tentang MPP Nyawiji Kabupaten Nganjuk akan menjadi bahan evaluasi pemkab. Karena MPP Nyawiji didirikan untuk membantu dan mempermudah masyarakat dalam mengurus izin hingga membayar pajak kendaraan bermotor. “Saya sangat berterima kasih atas masukan dan saran untuk MPP Nyawiji,” ujarnya.

Yasin mengatakan, pemkab tidak menutup mata dengan kondisi saat ini. Karena perubahan perilaku saat pandemi Covid-19 dan kemajuan teknologi sangat cepat. “Kami akan jadikan semua masukan masyarakat untuk pembenahan MPP Nyawiji,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *