PKK Kabupaten Gelar Pondok Ramadhan di Pendopo Kediri

oleh
PKK Kabupaten Gelar Pondok Ramadhan di Pendopo Kediri
pondok ramadhan

Memokediri.com

PKK Kabupaten Kediri mengelar pondok pesantren Ramadhan di Pendopo Kabupaten Kediri. Pondok Ramdahan, menghadirkan beberapa ustadz, untuk melakukan ceramah . Topik pondok pesantren tentang perempuan yang berakhlakul karimah. Selain menghadirkan ustadz, juga menbghadirkan psikolog.

Bulan Ramadan merupakan saat yang tepat untuk meningkatkan ibadah kepada Allah SWT. Seperti kegiatan Pondok Ramadhan yang digelar oleh Tim Pengerak PKK Kabupaten Kediri.

Kegiatan rutin setiap hari Selasa dan Kamis ini secara bergantian mendatangkan para ustadz/ulama sebagai penceramah yang menyejukkan rohani kita. Tema yang diusung tahun ini adalah “Perempuan Berakhlakul Kharimah, Sebagai Bagian Solusi di Era Pandemi”.

Sedangkan untuk hari ini, Selasa (4/5/21),kegiatan Pondok Ramadan yang dilaksanakan di Pendapa Panjalu Jayati mengangkat topik ‘Mendampingi dan Membimbing Anak Dalam Masa Pandemi’, disampaikan oleh seorang psikolog bernama Tatik Imadatus Sa’adati.

Dalam paparannya kepada para anggota TP PKK baik yang ada di Pendapa maupun yang mengikuti secara online, Tatik menjelaskan tentang cara mendampingi anak saat belajar daring di rumah.

“Kebanyakan anak sekarang ini lebih malas dalam belajar. Inilah tugas berat kita bersama bagaimana membuat dan meningkatkan motivasi belajar anak. Dibutuhkan pendampingan dan bimbingan yang inovatif agar belajar daring lebih menyenangkan. Buat pendekatan kepada anak, sampai terbentuknya karakter pada anak-anak yang berbeda satu dengan yang lainnya,” ungkapTatik.

Ia menambahkan, anak perempuan harus sering diajak ngobrol. Apalagi pada masa pubertas, orang tua adalah tempat mereka mencurahkan sesuatu. Ajak mereka berdiskusi, jangan membuat benteng yang membuat interaksi dengan anak menjadi terbatas.

Perempuan lebih sering menggunakan otak kanannya, hal tersebut yang menjadi alasan perempuan lebih mampu melihat dari berbagai sudut pandang dan menarik kesimpulan. Sedangkan laki-laki cara berfikirnya tidak panjang jauh kedepan, sehingga kalau ngobrol dengan anak laki-laki jangan menunggu kontak mata namun harus berhadap-hadapan.

“Dengan adanya perbedaan karakter antara anak laki-laki dan perempuan, sebagai orang tua kita harus selalu memberikan contoh yang baik. Anak dapat merespon sesuatu yang dikatakan oleh orang tua dan apa yang dilakukan oleh orang tua,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *