Polresta Akan Desak KLH Peringatkan PG Mritjan

oleh
Polresta Akan Desak KLH Peringatkan PG Mritjan

Kediri, Memo-

Menyikapi pembuangan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) milik PG Mritjan yang langsung dibuang ke anak Sungai Brantas yang sudah mati, Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Polres Kediri Kota akan mendesak Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Kediri untuk segera memberikan surat peringatan terhadap PG Mritjan agar tidak melakukan pembuangan limbah secara sembarangan.

Kanit Tipidter Aiptu Aris mengatakan dari beberapa kasus pembuangan limbah yang terjadi di Kota Kediri selalu berhubungan dengan pihak KLH Kota Kediri. Oleh karena itu, pihaknya akan mendesak KLH Kota Kediri untuk segera memberikan surat peringatan kepada pabrik yang melakukan pelanggaran tersebut.

“Kami akan desak KLH untuk cepat memberikan surat peringatan terhadap PG Mritjan terkait pembuangan limbah ke sungai itu,” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pembuangan limbah B3 milik PG Mritjan yang langsung ke Sungai Brantas berpotensi besar dijerat dengan aturan perundangan. Sebab aktivitas tersebut jelas melanggar undang – undang lingkungan hidup.

Logikanya, jika limbah tersebut langsung dibuang ke sungai berarti Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di pabrik tersebut tidak digunakan atau malah tidak memiliki IPAL yang baik. Hal ini tentu melanggar undang – undang tentang lingkungan hidup.

Sebelumnya, sorotan serupa juga disampaikan aktivis dari Indonesia Justice Society (IJS) Kediri. Mahbuba, Koordinator IJS menegaskan pembuangan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang dilakukan oleh pihak PG Mritjan sudah jelas menyalahi aturan.

Menurutnya, pembuangan limbah ke anak Sungai Brantas yang sudah mati tersebut dilakukan sebelum mengetahui hasil baku mutu pengujian limbah. Hal tersebut dikhawatirkan berdampak negatif terhadap lingkungan sekitar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *