PPKM Darurat di Kota Kediri Ancam Pelaku Usaha Mikro

oleh
PPKM Darurat di Kota Kediri Ancam Pelaku Usaha Mikro
PPKM Darurat di Kota Kediri Ancam Pelaku Usaha Mikro

Memokediri.com

PPKM Darurat yag akan di terapkan di Kota Kediri ancam usaha mikro. Selain itu, jam operasional pusat perbelanjaan, juga menyurutkan pedagang dan kegiatan ekonomis lainnya, di sekitar kawasan pusat perbelanjaan tersebut. Pasalnya, jam operasional pusat perbelajaan harus tutup pada ja 17.00 WIB.

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kota Kediri dr. Fauzan kepada media mengatakan, sejauh ini Kota Kediri sudah siap untuk melakukan PPKM. Pemberlakukan PPKM Darurat sebagai pegganti PPKM Mikro kali ini diprediksi akan sama seperti sebelumnya namun lebih ketat. Sejumlah aturan PPKM mikro juga akan di revisi.

dr. FAUZAN menambahkan, secara keseluruhan kasus Covid-19 di Kota Kediri sejak awal pandemi sebanyak 1.522 kasus. Hari ini diperkirakan bertambah 15 – 20 kasus. Namun, hingga saat ini belum ada kasus Covid-19 varian delta di Kota Kediri yang terkonfirmasi. Sementara itu, upaya vaksinasi yang ditargetkan 1000 hingga 2000 dosis per hari sudah terlampaui.

Pemerintah berencana menjalankan kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro pada 2 hingga 20 Juli 2021 mendatang. Tujuannya, untuk mengendalikan penyebaran virus corona yang belakangan ini makin melonjak. Pemerintah Kota Kediri sedang mempersiapkan secara teknis. Sementara untuk pelaksanaannya masih menunggu instruksi resmi dari pemerintah pusat.

WFH yang semula 50% menjadi 100%, kegiatan kesenian yang semula berlaku kapasitas 50% akan ditiadakan, jam operasional mall yang semula sampai jam 21.00 WIB akan dibatasi hingga jam 17.00 WIB. Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang selama ini sudah berlangsung kemungkinan akan kembali daring total. Namun, pelaksanaan ini masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat.

Di Kota Kediri, dampak paling terlihat jika PPKM darurat dilaksanakan mulai 2 Juli, akan terasaka di sektor usaha kecil, bai kerajinan, kuliner dan usaha kecilo lainnya, yang selama ini menjadi kegiatan bisnis penyerta dari adanya pusat pusat perbelanjaan di Kota Kediri.

Misalnya, para penjual nasi di Jl Dhoho, usaha kuliner di beberapa lokasi lainnya yang memiliki jam ramai kunjungan pada waktu sore menjelang malam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *