Ricuh, Demo PMII Saat Pelantikan Dewan

oleh
Ricuh, Demo PMII Saat Pelantikan Dewan

Trenggalek, Memo-Massa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Pengurus Cabang Trenggalek demo pelantikan anggota DPRD Trenggalek periode 2014-2019 di seputaran Alun – alun Selasa (26/8).

Mereka intinya ingin meminta tanda tangan MoU (Memorandum of Understanding) kepada Anggota DPRD Trenggalek yang dilantik, karena pada periode yang lalu merasa dibohongi anggota DPRD dibuktikan dengan terpidananya Ketua DPRD Trenggalek periode 2009-2014.

Peregerakan mahasiswa ini berharap ketika para dewan terlantik jika mau menandatangani maka tidak akan terjadi tindakan yang merugikan masayarakat tersebut.

Demo yang kebanyakan diikuti mahasisawa dari Unsuri Trenggalek yang tergabung dalam Pengurus Cabang Trenggalek diwarnai adu mulut dengan aparat kepolisian yang sudah mempersiapkan diri dalam pengamanan moment tersebut.

Bahkan hampir terjadi baku hantam antara beberapa demonstran dengan salah satu personil kepolisian dari Polres Trenggalek.

Berawal dari pendemo yang dilarang masuk halaman Pendopo Manggala Praja. Alasan polisi, demo dianggap menggangu jalannya pelantikan. Meski demikian Polisi masih memberikan toleransi agar pendemo melakukan aksi mimbarnya di Parkir Timur Alun-alun. Fatalnya tindakan aparat itu dianggap pendemo menghalang-halangi aksi mereka.

Para pendemo juga sempat melontarkan kata-kata miring kepada Polisi. Aparat korps Baju coklat ini menurutnya, hanya antek-antek koruptor dan melindungi para koruptor yang saat ini dilantik di Pendopo Manggala Krida, sehingga “Uneg-uneg” mereka tidak boleh disampaikan secara langsung .“ Anggota DPRD adalah pelayan rakyat” Teriak salah satu orator aksi.

Korlap Demo Agus Sofyan Hadi menyampaikan, dalam aksi demo hanya akan menyampaikan aspirasi rakyat yang selama ini merasa dibohongi anggota DPRD Trenggalek yang telah purna.

“Jargon pemerataan pembangunan ternyata tidak terwujud. Yang terlihat hanya titik tertentu saja yang diperhatikan dalam pembangunan di Kabupaten Trenggalek,” kritik aktifitis ini.

“Kami tidak ingin dibohongi lagi oleh anggota DPRD Trenggalek dan ke depan jangan sampai terjadi lagi ada anggota DPRD Trenggalek yang tersandung tindak pidana korupsi atau menjadi koruptor,” tegas salah satu demonstran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *