Situasi Covid-19 di 32 Daerah Jatim Masuk Level 1

by

Khofifah menjelaskan, asesmen level dari Kementerian Kesehatan merupakan syarat awal yang memengaruhi penilaian Level PPKM yang tertuang pada Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri). Asesmen Kemenkes tersebut, kata dia, menilai enam parameter. Yakni kasus konfirmasi, pasien yang menjalani rawat inap, angka kematian, serta jumlah testing, tracing, dan treatment yang dilakukan secara massif dan terukur.

Sementara untuk masuk dalam Level 1 PPKM yang tertuang dalam Inmendagri, lanjut Khofifah, tidak hanya cukup memenuhi enam parameter asesmen Kemenkes. Tetapi juga  harus memenuhi minimal 70 persen capaian vaksinasi dosis pertama dan minimal 60 persen vaksinasi dosis pertama pada Lansia.

Selain itu, terdapat penilaian berbasis aglomerasi, di mana satu daerah level PPKM-nya akan mengikuti daerah aglomerasi lainnya dengan pencapaian kumulatif. “Jadi, penilaian dari Kemenkes ini menjadi syarat awal untuk bisa masuk pada Level 1 PPKM yang tertuang dalam Inmendagri. Karenanya, mari kita bergandengan tangan dan bergotong royong percepat vaksinasi baik masyarakat maupun Lansia,” ujar Khofifah.

Khofifah kembali mengajak masyarakat tetap waspada dan disiplin menjalankan protokol kesehatan. Menurutnya ini penting karena kedisiplinan menjalankan protokol kesehatan menjadi kunci melindungi diri dan orang di sekitar dari penularan Covid-19.

“Mari kuatkan disiplin prokes dan percepat vaksinasi. Jangan lengah, jangan kendur,” ujarnya.

See also  Dishub Surabaya Larang Parkir di Kawasan Jalan Tunjungan

Leave a Reply

Your email address will not be published.