Wali Kota Kediri Perintahkan Tiap Bulan Gaji PNS Disisihkan Untuk Pasien Isoman

oleh
Wali Kota Kediri Perintahkan Tiap Bulan Gaji PNS Disisihkan Untuk Pasien Isoman
Lonjakan Covid 19 di Kota Kediri Parah, Walikota Kumpulkan Para Dokter

Memokediri.com

Wali Kota Abdullah Abu Bakar menginstruksikan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di Pemkot Kediri untuk berbagi dalam kondisi pandemi Covid-19. Caranya, mereka diminta menyisihkan gaji yang diterima setiap bulan. Selanjutnya, uang tersebut digunakan untuk membeli produk UMKM dan dibagikan kepada pasien isolasi mandiri (isoman).

Terkait instruksi yang ditandatanganinya pada Senin (26/7) lalu, Abu mengungkapkan, dirinya mengajak para ASN berbagi untuk membantu para pedagang kecil. “Saya mengajak para kepala OPD dan ASN untuk berbagi. Membantu pedagang dengan cara membeli dagangannya,” ujar bapak empat anak itu.

Suami Ferry Silviana Feronica ini mencontohkan, gaji yang disisihkan oleh ASN bisa saja dibelikan nasi pecel. Selanjutnya, nasi tersebut dibagikan kepada warga yang isoman. Jika ribuan ASN di Pemkot Kediri melakukan hal tersebut, Abu optimistis sektor perekonomian akan bangkit lagi dalam kondisi pandemi seperti sekarang.

Dia menegaskan tidak ada patokan berapa nilai gaji yang disisihkan. “Lakukan seikhlasnya. Minimal satu kali saja saat menerima gaji sudah sangat membantu mereka (pedagang kecil, Red),” lanjutnya.

Abu berharap gerakan berbagi para ASN itu bisa terus menular. Sebelumnya, Korpri sudah lebih dulu memulai hal tersebut. Demikian juga beberapa komunitas di Kota Kediri serta PKK. Menurut Abu, semakin banyak komponen masyarakat yang terlibat dalam penanganan Covid-19 akan semakin baik.

Bagaimana dengan bantuan dari Pemkot Kediri? Abu memastikan, bantuan dari pemkot, pemprov dan pemerintah pusat akan tetap disalurkan. Meski demikian, kepedulian warga terhadap para pasien isoman dan lingkungan terdekatnya akan semakin baik.

Abu menegaskan, kepedulian terhadap Covid-19 harus terus digaungkan. Termasuk kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan. Sebab, hingga kemarin Kota Kediri masih berada di zona merah dengan status risiko tinggi.

Untuk diketahui, kasus terkonfirmasi positif kemarin kembali bertambah 67 orang. Sebanyak dua orang di antaranya meninggal dunia. Kemudian, kasus aktif Covid-19 kemarin mencapai 589 orang. Sebanyak 102 orang di antaranya menjalani isolasi mandiri.

Sementara itu, gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) yang biasanya digunakan untuk merawat pasien tanpa gejala, kemarin diputuskan diubah pemanfaatannya menjadi rumah sakit darurat (RSD). Hal tersebut ditegaskan oleh Sekretaris Satgas Covid-19 Kabupaten Kediri Slamet Turmudi. Salah satu pertimbangan perubahan pemanfaatan gedung tersebut adalah kondisi gedung yang representatif.

Sebelumnya, RSD rencananya akan memanfaatkan bekas kantor dinas pertanian dan perkebunan (dispertabun). Setelah dievaluasi, gedung yang alam menganggur itu urung jadi RSD karena banyak diperlukan pembenahan.

Dengan memanfaatkan SKB, setidaknya gedung tersebut bisa menampung 96 orang. Ke depan, gedung itu akan digunakan untuk merawat pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang bergejala.

Pria yang juga menjabat Plt kepala badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) itu menjelaskan, saat ini ada 20 orang yang menjalani isolasi di SKB. Setelah gedung tersebut merubah fungsi, puluhan orang itu akan dipindahkan ke eks kantor dispertabun di Ngasem.

Selain menegaskan pemanfaatan SKB menjadi RSD, rapat koordinasi Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Kediri kemarin juga menginstruksikan agar tiap desa memiliki tempat isolasi terpusat. “Wajib punya berapa pun jumlah bed-nya,” lanjut Slamet.

Langkah tersebut menurut Slamet diambil karena penyebaran Covid-19 saat ini mayoritas berasal dari klaster keluarga. Karenanya, pemkab melakukan pemetaan rumah warga yang dihuni oleh usia rentan menularkan.

Nantinya, warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 akan menjalani isolasi di desa. “Kalau desa tidak cukup akan kita geser ke tempat isolasi yang disediakan kabupaten,” terangnya sembari menyebut ada empat desa yang masuk kategori zona oranye di Kabupaten Kediri. Di antaranya, di Desa Tiru Kidul, Gurah; dan Desa Kalipang, Tarokan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *